Digugat Kembali oleh Perampok, Polisi Bebaskan Nana dari Tuduhan Percobaan Pembunuhan

Mana dibebaskan dari tuduhan percobaan pembunuhan setelah dia dolaporkan oleh perampok yang membobol rumahnya.

Digugat Kembali oleh Perampok, Polisi Bebaskan Nana dari Tuduhan Percobaan Pembunuhan
Nana.

INILAHKORAN, Bandung - Polisi kini membebaskan Nana dari gugatan yang dilakukan oleh perampok yang mencoba membobol rumahnya.

Pada hari Jumat, 16 Januari 2026, Kantor Polisi Guri di Provinsi Gyeonggi mengumumkan bahwa mereka tidak akan meneruskan kasus Nana ke jaksa penuntut, karena menyimpulkan tidak ada pelanggaran pidana. 

Keputusan itu diambil setelah Nana dituduh secara salah oleh seorang pria berusia 30-an yang menerobos masuk ke rumahnya dengan senjata dan kemudian dilumpuhkan oleh Nana dan ibunya.

pelaku, yang awalnya ditangkap dan didakwa dengan perampokan berat dan penganiayaan, telah mengajukan pengaduan balik dari penjara pada Desember 2025.

Permpok ini mengklaim bahwa dia menderita luka-luka di tangan Nana selama insiden tersebut.

Sebagai tanggapan, polisi diharuskan untuk secara resmi membuka penyelidikan dengan Nana sebagai tersangka.

Setelah meninjau secara menyeluruh semua pernyataan, rekaman pengawasan, dan bukti lainnya, polisi menyimpulkan bahwa tindakan Nana sepenuhnya termasuk dalam pembelaan diri yang sah. 

Dia bertindak untuk melindungi dirinya dan keluarganya dari ancaman langsung yang ditimbulkan oleh penyerang bersenjata.

Insiden itu terjadi pada 30 November 2025, ketika seorang penyusup menerobos masuk ke kediaman Nana di Guri dengan membawa senjata. 

Dia dilaporkan melukai ibu Nana sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh kedua wanita tersebut. 

Selama perkelahian, pria itu mengalami cedera wajah, yang kemudian menjadi dasar tuduhan percobaan pembunuhan terhadapnya.

Setelah diselidiki meskipun berstatus sebagai korban, Nana mengungkapkan kondisi emosionalnya. 

“Sangat sulit untuk memproses semuanya, terutama setelah mendengar bahwa saya dituduh saat mengalami pengalaman traumatis seperti itu,” ungkap Nana.

“Tapi saya tidak akan membiarkan ini menghancurkan saya. Saya akan tetap kuat, jadi tolong jangan terlalu khawatir tentang saya,” tanbah Nana.

Meskipun kasus ini sekarang telah ditutup, kemarahan publik terus berlanjut atas ketidakadilan karena seorang korban kembali menjadi korban melalui pengaduan hukum palsu.

Banyak yang memuji keberanian dan ketenangan Nana selama dan setelah cobaan mengerikan itu.***


Editor : Irma Nurfajri