Dinas Militer Alternatif bagi Seniman Budaya Kembali Dipertimbangkan saat BTS Tangah Menjalani Wajib Militer

Menteri Yu In Chon saat ini pertimbangkan kembali dinas militer alternatif bagi seniman budaya saat BTS tengah menjalani wajib militer.

Dinas Militer Alternatif bagi Seniman Budaya Kembali Dipertimbangkan saat BTS Tangah Menjalani Wajib Militer
Menteri Yu In Chon bahas dinas militer alternatif saat BTS menjalani wajib militer.

INILAHKORAN, Bandung - Sebepumnya Dinas militer Alternatif yang diberikan pemerintah Korea pada BTS jadi perdebatan publik yang cukup serius.

Hingga pada akhirnya semua member BTS diputuskan untuk melakukan Wajib militer dan saat ini semua membernya tengah bertugas kecuali Jin yang baru keluar Juni kemarin.

Saat ini, Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Yu In Chon berpendapat bahwa sudah saatnya mempertimbangkan untuk mengizinkan dinas militer alternatif bagi Seniman budaya populer.

Menteri Yu In Chon menyampaikan pernyataan ini dalam sebuah wawancara dengan YTN pada hari ini, Jumat, 30 Agustus 2024.

“Hasil yang dicapai BTS selama perjalanan mereka hampir setara dengan memenangkan beberapa medali emas di Olimpiade," kata Yu In Chon.

"Sekarang, tampaknya sudah saatnya untuk mempertimbangkan berbagai cara untuk mengkaji hal ini (wajib militer alternatif bagi seniman budaya populer),” jelasnya.

Intinya, Menteri Yu In Chon berpendapat bahwa sistem wajib militer khusus bagi Atlet harus dipertahankan dan harus diperluas untuk mencakup seniman budaya populer juga.

Sebelumnya, Menteri Yu In Chon menyampaikan niatnya untuk mempertahankan sistem dinas militer khusus saat ini dalam sebuah pertemuan sektor olahraga yang diadakan di cabang Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer Seoul.

Dia dengan jelas menentang usulan Administrasi Tenaga Kerja Militer untuk menghapuskan sistem dinas militer khusus.

Terkait kritik An Se Young terhadap Persatuan Bulu Tangkis, Menteri Yu In Chon mengemukakan bahwa generasi tua yang berkuasa telah gagal memahami perubahan di kalangan atlet masa kini.

“Di dunia olahraga, gaya 'ikuti saya, dengarkan kami, dan jika tidak, Anda tidak akan mendapat apa-apa' masih dipertahankan," kata sang menteri.

"Saya kira pasti sangat sulit bagi atlet muda di bidang olahraga untuk menerima gaya ini,” tambahnya.***


Editor : Irma Nurfajri