Termasuk 9 WNI? Israel Provikasi Aktivis GSF dengan Menyiksa Mereka Setelah Diculik
Setelah diculik semua aktivis Global Sumud Flotilla diprovokasi oleh Menteri Israel.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Setelah menculik semua peserta Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 termasuk 9 warga negara Indonesia (WNI), Isarel kini bagikan video bagaimana mereka memperlakukan para aktivis tersebut.
Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, berupaya memprovokasi para aktivis dari Armada GSF yang ditahan dan diperlakukan secara tidak adil oleh negaranya di perairan internasional, di pelabuhan Ashdod (Usdud).
Ben-Gvir pergi ke Pelabuhan Ashdod, tempat para aktivis ditahan, dan membagikan video di akun media sosial X yang menunjukkan pasukan Israel memperlakukan para aktivis GSF dengan buruk.
Rekaman tersebut menunjukkan seorang aktivis perempuan meneriakkan "Free Free Palestina" saat Ben-Gvir lewat, sementara polisi Israel turun tangan dengan kasar, memaksanya jatuh ke tanah.
Selama waktu itu, ekstremis sayap kanan Ben-Gvir terdengar mengatakan, "Beginilah seharusnya."
Ben-Gvir terlihat mengibarkan bendera Israel di lokasi tempat para aktivis berkumpul, dan mencoba memprovokasi mereka dengan meneriakkan "Hidup Israel."
Dalam video yang dibagikan oleh Ben-Gvir dengan pesan "Selamat Datang di Israel," para aktivis terlihat berlutut dengan tangan diborgol dan berkumpul dalam kelompok di pelabuhan.
Sebelumnya, pada hari Senin, 18 Mei 2026, tentara Israel melancarkan serangan baru terhadap armada 50 perahu yang membawa 428 aktivis dari 44 negara, teemasuk Indonesia, saat berlayar di perairan internasional menuju Gaza. Secara ilegal Israel menahan para aktivis tersebut.
Para aktivis yang ditahan dibawa ke pelabuhan Ashdod di Israel selatan. Para Menteri Israel berdebat di media sosial mengenai perlakuan buruk terhadap para aktivis Armada Sumud.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar dan Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir terlibat dalam perselisihan di media sosial mengenai perlakuan buruk terhadap aktivis Global Sumud Flotilla, yang ditahan secara ilegal oleh Israel di perairan internasional.
Kunjungan Ben-Gvir ke Pelabuhan Ashdod, tempat para aktivis ditahan, dan penyebaran video di akun media sosial perusahaan X yang berbasis di AS yang menunjukkan pasukan keamanan Israel memperlakukan para aktivis dengan buruk, menuai reaksi dari Menteri Saar.
Saar, mengutip unggahan Ben-Gvir dari akun media sosial perusahaan X, menyatakan, "Anda telah dengan sadar dan sengaja merugikan negara kami dengan tindakan memalukan ini. Dan ini bukan pertama kalinya. Tidak, Anda bukanlah wajah Israel."
Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Ben-Gvir menuduh Saar "tunduk kepada pendukung terorisme" dan menyatakan, "Saar diharapkan memahami bahwa Israel bukan lagi kambing hitam."
Ben-Gvir terus memprovokasi para aktivis Global Sumud Flotilla di media sosial, dengan berargumen bahwa siapa pun yang datang ke wilayah Israel untuk "mendukung terorisme dan menunjukkan solidaritas dengan Hamas" akan "ditampar."***
Editor : Irma Nurfajri


