Dinkes Jabar Klaim DBD Mulai Turun, Meski Hingga Juli 2025 Terjadi 22 Ribu Kasus
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan, hingga Juli 2025 telah terjadi 22.306 kasus demam berdarah dengue (DBD).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan, hingga Juli 2025 telah terjadi 22.306 kasus demam berdarah dengue (DBD).
Dimana total kematian yang terjadi pada semester pertama 2025 ini, sebanyak 85 kasus kematian akibat DBD.
Meski demikian, Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani Dewi menyebut jumlah ini sudah sedikit menurun. Sebab pada Maret 2025 lalu saja kata dia, sudah terjadi 22 ribu kasus.
"Juli sekarang kasus di 22.306 dengan 85 kematian. Kalau dilihat dari tahun 2025, masih ingat nggak kita? Maret aja udah 22 ribu ya. Jadi maksudnya tidak meningkat setajam yang kemarin," ujar Vini di Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025.
Kasus DBD paling banyak terjadi kata dia antaranya di Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bekasi.
Sisi lain, pihaknya juga mengapresiasi karena tahun lalu tertinggi kasus DBD terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Namun saat ini sudah tidak ada kenaikan kasus signifikan di daerah tersebut.
"Nah ini agak bergeser juga kang. Tahun kemarin itu kan kita KBB ya. Nah mungkin karena mereka lebih inisiatif duluan ya untuk mencegah ini. Jadi maksudnya, ternyata DBD ini sekali lagi tidak stagnan ya," ucapnya.
Menurutnya, dengan penurunan kasus DBD di KBB ini, tidak lepas dari upaya pemerintah kabupaten.
"Jadi kalau misalnya ada usaha dari pemerintahnya, ternyata mengalami penurunan juga," kata dia.
Lebih lanjut Vini mengatakan, kasus kematian paling banyak terjadi di rentang usia 15-44 tahun. Pada tahun ini, diakuinya pun sudah turun ketimbang tahun lalu.
"Kematian ini yang terbanyak masih 15-44 tahun ya usianya. Ini tuh ya dibandingin tahun kemarin ya turun," kata dia. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

