Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung Benarkan Adanya Kebocoran Pipa Transmisi

PDAM Tirtawening Kota Bandung membenarkan adanya kebocoran pipa transmisi yang menyebabkan tersendatnya suplai air bersih di Kota Bandung sejak 27 Oktober kemarin. 

Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung Benarkan Adanya Kebocoran Pipa Transmisi
istimewa

INILAH, Bandung - PDAM Tirtawening Kota Bandung membenarkan adanya kebocoran pipa transmisi yang menyebabkan tersendatnya suplai air bersih di Kota Bandung sejak 27 Oktober kemarin. 

Direktur PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi mengatakan, kebocoran pipa transmisi tersebut berada di kawasan Banjaran, Kabupaten Bandung tepatnya di Jalan Stasiun Barat, Desa Banjaran. 

"Kebocoran terjadi pada pipa transmisi Cisangkuy jenis Galvanic Iron dengan diameter 800 milimeter yang mengalirkan suplai air 700 liter per detik. Kejadiannya Selasa kemarin sekitar pukul 06.30 WIB," kata Sonny pada Rabu (28/10/2020). 

Dijelaskan dia, titik kebocoran berasal dari shield pipa yang mengalami patah. Adapun penyebabnya adanya pergeseran di dalam tanah dan packing karet  penahan goncangan yang sudah kaku. 

"Tetapi mudah-mudahan ini tidak akan terlalu lama perbaikannya, maksimum 2x24 jam. Dengan begitu pelayanan kepada masyarakat khususnya Kota Bandung bisa kembali normal," ucapnya. 

Akibat kejadian tersebut, dituturkannya hampir seluruh pelanggan air bersih PDAM Tirtawening Kota Bandung terkena dampak dengan tersendatnya suplai air bersih selama dua hari ke depan. 

"Untuk estimasi jumlah pelanggan yang terganggu di wilayah Barat dan Timur kurang lebih 58 ribu," ujar dia. 

Seacara rinci, daerah yang terkena dampak di pelayanan wilayah Timur, Cihapit, Citarum, Kebon Pisang, Merdeka, Padasuka, Cikutra, Cicadas, Sukamaju, Sukapada, Pasirlayung, Antapani Wetan, Antapani Kidul, Antapani Tengah, Antapani Kulon, Cipamokolan, Derwati, Mekarmulya, Manjahlega, Sekejati, Margasari, Cijaura, Jatisari, Kujangsari, Kebon Kangkung, Babakan Surabaya, Mandala Jati, Sukapura, Kebonjayanti, Cicaheum, Jatihandap, Babakan Sari, Binong, Samoja, Kebon Gedang, Gumuruh, Maleer, Batununggal, Cibangkong, Kebon Waru, Malabar, Cikawao, Lingkar selatan, Burangrang, Paledang, Turangga, Cijagra dan Cisaranteun Kulon. 

Sementara di wilayah Barat kawasa Ancol, Arjuna, Babakan, Babakan Asih, Babakan Ciamis, Babakan Ciparay, Balonggede, Batununggal, Babakan Tarogong, Braga, Burangrang, Ciateul, Cibadak, Cibaduyut, Cibaduyut Kidul, Cibaduyut Wetan, Cigereleng, Cijagra, Cikawao, Ciroyom, Ciseureuh, Dungus Cariang, Garuda, Jamika, Kopo, Karanganyar, Karasak, Kebon Jeruk, Kebon Lega, Kujangsari, Maleber, Margahayu Utara, Margasuka, Mekarwangi, Mengger, Nyengseret, Panjunan, Pasirkaliki, Pasirluyu, Pelindung Hewan, Pungkur, Situsaeur, Sukaasih, Sukahaji dan Wates.

"Sebagai antisipasi, kita telah menyiagakan truk tangki air minum (TAM) untuk membantu suplai air selama proses distribusi terganggu. Syarat dan ketentuan berlaku, minimal 10 pelanggan dikoordinir," ujar dia. (Yogo Triastopo) 


Editor : JakaPermana