Disbudparpora Kota Cimahi Perkenalkan Rasi kepada Siswa Sejak Dini
Tradisi mengonsumsi beras singkong atau rasi yang dilestarikan Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi mampu menjadi solusi persoalan ketahanan pangan lokal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Tradisi mengonsumsi beras singkong atau rasi yang dilestarikan Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota CImahi mampu menjadi solusi persoalan ketahanan pangan lokal.
Apalagi, di tengah gempuran berbagai minuman dengan kandungan tinggi gula dan makanan ultra proses.
Melihat kondisi itu, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota CImahi mendorong para siswa diperkenalkan dengan pangan lokal sejak dini.
"Pangan hasil pertanian lokal, seperti singkong dapat menjadi alternatif di tengah gempuran minuman tinggi gula dan makanan ultra proses di pasaran," kata Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata pada Disbudparpora Kota CImahi, Lucky Sugih Maulidin, Kamis 31 Juli 2025.
Lucky menjelaskan, Kota CImahi memiliki pangan lokal khas Kampung Adat Cireundeu di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan yang tetap lestari lebih dari satu abad yakni rasi.
Sehingga, pihaknya berharap keberadaan pangan lokal seperti rasi bisa tersampaikan manfaatnya hingga lingkungan sekolah.
"Kami berharap sistem pangan lokal bisa tersosialisasikan ke sekolah. Di kita kan ada seperti beras singkong yang sudah ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda," jelasnya.
Oleh karena itu, Disbudparpora bersama Kementerian Kebudayaan terus menggencarkan penguatan sistem pangan lokal melalui pendidikan.
"Tujuannya tentunya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya sistem pangan lokal yang berkelanjutan melalui pendidikan," bebernya.
Pasalnya, langkah memperkenalkan pangan lokal seperti rasi kepada siswa sejak dini bakal membuat mereka terbiasa mengonsumsi pangan lokal.
Bahkan, mendorong diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas.
"Kita ingin memperkenalkan berbagai jenis pangan lokal, manfaatnya bagi kesehatan, dan peranannya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan," ujarnya.
"Dengan melibatkan berbagai pihak, terutama generasi muda, diharapkan sistem pangan lokal dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat," sambungnya.***
Editor : JakaPermana

