Disnaker Bandung Siapkan Strategi Hadapi Gelombang PHK, Fokus Pelatihan dan Magang

Pelatihan kerja dan magang jadi salah satu strategi Disnaker Kota Bandung untuk mengantisipasi tingginya angka PHK

Disnaker  Bandung Siapkan Strategi Hadapi Gelombang PHK, Fokus Pelatihan dan Magang
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana

INILAHKORAN.ID - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung menyiapkan sejumlah strategi, menghadapi meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah kota mendorong penguatan pelatihan berbasis kompetensi, program padat karya hingga perluasan akses magang bagi masyarakat terdampak.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, jumlah pekerja yang terkena PHK saat ini mencapai sekitar 2.400 orang. Angka tersebut, mengalami peningkatan sejak Juni dengan tambahan sekitar 1.500 pekerja.

"PHK itu 2.400 sekian. Tapi ada peningkatan dari bulan Juni itu sampai 1.500 an sekian. Nanti datanya kami buat dan dirilis," kata Yayan Ahmad Brilyana, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, potensi gelombang PHK masih harus diantisipasi karena kondisi ekonomi global yang dapat berdampak terhadap dunia industri. Karena itu, Disnaker memilih memperkuat program peningkatan keterampilan agar masyarakat tetap memiliki peluang masuk ke dunia kerja.

"Nah kita di Disnaker, satu meningkatkan pelatihan yang berbasis kompetensi kebutuhan industri. Jadi presisi pelatihannya harus jelas. Jangan sampai pelatihannya ke mana, kebutuhannya ke mana," ucapnya.

Yayan menjelaskan, pelatihan dasar nantinya akan lebih banyak dilakukan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sementara Disnaker, akan memfokuskan program pada pelatihan yang memiliki standar kompetensi dan sesuai kebutuhan industri.

"Pelatihan berbasis kompetensi yang dibutuhkan industri itu hanya akan dilakukan oleh Disnaker," ujar dia.

Selain pelatihan, pihaknya juga memperkuat program padat karya dan magang. Program tersebut, dinilai dapat menjadi solusi sementara bagi masyarakat yang terdampak PHK sekaligus membantu sektor industri mendapatkan tenaga kerja terlatih.

"Padat karya harus ditingkatkan. Tapi harus ada dua dampak, sebagai bumper dalam menghadapi PHK tapi juga memberikan efek terhadap penataan kota," tuturnya.

Untuk program magang, Disnaker bekerja sama dengan industri perhotelan, kafe dan restoran. Peserta akan mendapatkan pengalaman kerja selama dua hingga tiga bulan, dengan dukungan transportasi dan konsumsi.

"Magang itu dua keuntungannya. Satu, saya membantu industri karena tenaga kerjanya dari kita. Kedua, industri melatih anak-anak yang mau magang ini sehingga dia lebih terampil," ujar dia.

Yayan berharap, berbagai program tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Kota Bandung. Keterampilan dan sertifikasi, menjadi faktor penting agar pencari kerja lebih mudah diterima industri.


Editor : Ahmad Sayuti