Disnakertrans KBB Kembali Pulangkan Warga Asal Ngamprah yang jadi Korban TPPO di Myanmar
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali mendapati salah seorang warganya menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Myawaddy, Myanmar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali mendapati salah seorang warganya menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Myawaddy, Myanmar.
Diketahui, Pekerja Migran Ilegal (PMI) asal Kecamatan Ngamprah, KBB yang berhasil dipulangkan ke kampung halamannya itu berinisial W.
W merupakan satu dari 554 orang PMI yang berhasil dipulangkan oleh Pemerintah Indonesia. Ratusan WNI itu, pulang ke tanah air dilakukan dalam dua gelombang.
Gelombang pertama, sebanyak 400 orang pada 18 Maret 2025 dan gelombang kedua sebanyak 154 orang pada 19 Maret 2025 melalui Bandar Udara Sukarno-Hatta, Tangerang, Banten.
"W termasuk satu dari ratusan PMI yang sempat terjebak jaringan TPPO dan dieksploitasi untuk menjalankan penipuan digital," kata Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) Disnakertrans KBB, Dewi Andani belum lama ini.
Dewi menjelaskan, korban W awalnya dijanjikan pekerjaan di Taiwan dengan iming-iming upah sebesar Rp15 juta. Namun, dalam perjalanannya malah dipindahkan-pindahkan.
“W bercerita bahwa dia dibawa melewati hutan dan sungai menggunakan rakit bahkan dikawal oleh pasukan bersenjata tidak dikenal," jelasnya.
Hingga sampai di Myanmar, sambung Dewi, korban W dipaksa bekerja sebagai scamer penipuan yang bakal menguras uang korbannya secara otomatis.
Bahkan, korban berinisial W ini bercerita sempat mengalami kekerasan fisik mulai disetrum dan disundut rokok hingga diancam bakal diambil ginjal tanpa dibius jika gagal mendapat korban sebagai scamer.
"Jadi W akan menerima uang apabila dapat korban atau ada yang ketipu oleh dia, korban di luar negeri selama dua tahun," ujarnya.
“Kami melihat sendiri bekas luka bakarnya. Saat ini kondisi W memang sehat secara fisik, tapi masih trauma,” terang Dewi.
Pemkab Bandung Barat melalui Disnakertrans, DP2KBP3A dan Dinsos KBB, sebut Dewi, telah melakukan pendampingan intensif untuk membantu mengatasi trauma dan tengah menyiapkan program pelatihan kerja bagi korban.
“Kami akan sesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Dari kami di Disnaker, inisial W akan dilibatkan dalam program pelatihan kerja dan difasilitasi untuk kembali masuk ke dunia kerja formal,” bebernya.
Tak cuma itu, pihaknya juga tengah gencar mensosialisasikan bahaya penawaran kerja ke luar negeri khususnya wilayah rawan seperti, Myanmar, Filipina, Thailand, dan sekitarnya.
Dewi menilai, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya kejadian yang serupa.
"Kita sekarang gencar mensosialisasikan melaui seluruh media sosial, karena begitu ada iming-iming kerja di Myanmar itu sudah dipastikan adalah penipuan," tandasnya.***
Editor : JakaPermana


