Dituding Terima Suap, Bupati Cirebon Tantang Sumpah di Atas Quran

Bupati Cirebon, Imron marah besar. Dia dituding menerima duit suap dari hasil rotasi mutasi kepala sekolah SS sampai SMP pada akhir tahun lalu.

Dituding Terima Suap, Bupati Cirebon Tantang Sumpah di Atas Quran
Bupati Cirebon Imron Rosyadi. (Maman Suharman)

INILAH, Cirebon - Bupati Cirebon, Imron marah besar. Dia dituding menerima duit suap dari hasil rotasi mutasi kepala sekolah SS sampai SMP pada akhir tahun lalu.

Tudingan dilontarkan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) distrik cirebon raya, yang isinya menuding ada suap sebesar Rp2 milliar serta pemberian dua unit kendaraan roda empat, kepada Imron.

Kepada media, Imron menjelaskan, dirinya terpaksa menempuh jalan, sumpah diatas Qur'an. Hal itu untuk membuktikan kepada GMBI, bahwa sama sekali tidak menerima apapun dari proses rotasi mutasi kepala sekolah saat itu. Jalan tersebut ditempuh, dari hasil pemikiran yang cukup mendalam, mengingat bersinggungan langsung dengan harga diri.

"Jalan ini saya tempuh, supaya GMBI tahu ,bahwa saya sama sekali tidak menerima apapun. Sayangnya mereka tidak datang. Padahal kalau datang, saya akan bersumpah, mereka atau saya yang terkena azab," jelas, Imron, Senin (16/3/2020)

Imron juga mengaku, sudah memanggil kyai Usamah Mansyur, salah satu kyai kharismatik yang ada di Kabupaten Cirebon. Disamping itu, puluhan kepala sekolah sudah menunggu kedatangan GMBI, dan akan menjadi saksi sumpah dirinya. Imron mengaku heran, karena masih saja ada sebagian masyarakat yang berani melakukan fitnah.

"Dosanya besar fitnah itu. Ini sebagai pembelajaran, supaya masyarakat tidak sembarangan melemparkan fitnah. GMBI itu organisasi besar, jadi jangan sembarangan melontarkan tudingan," ungkap Imron.

Hal senada dikatakan Kadisdik Kabupaten Cirebon, Asdullah Anwar. Menurutnya, apa yang dilontarkan GMBI kepada bupati, sangat tidak mendasar dan tidak punya bukti kuat. Untuk itu, dirinya sudah menyiapkan bukti bukti akurat, untuk menunjang data dan mementahkan tudingan GMBI tersebut. 

"Tadinya saya akan panggil ratusan kepala sekolah, sebagai saksi. Kita juga bawa bukti otentik terkait persoalan rotasi mutasi. Jangan fitnahlah, mana mungkin kita ngasih uang sama bupati, apalagi nilainya sampai milliaran. Tidak ada sama sekali suap dalam proses mutasi ini," tegas Asdullah.

Sayangnya, sampai saat ini belum ada informasi resmi dari pihak GMBI, sampai membatalkan agenda audensi tersebut. Padahal dari surat pemberitahuan GMBI, agenda audensi tertanggal hari ini, (senin, red) pukul 10.00 WIB, bertempat di sekretariat Pemkab Cirebon. (maman suharman).


Editor : Bsafaat