Dituduh Rasis Terhadap Manon hingga Hiatus, KATSEYE: Hanya Ada Cinta Diantara Kami
KATSEYE bantah melakukan tuduhan rasis terhadap salah satu membernya Manon yang kini tengah hiatus.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kini beredar isu Manon memutuskan hiatus dari aktivitas grup karena para member KATSEYE yang rasis terhadapnya.
KATSEYE akhirnya kini buka suara tentang ketidakhadiran Manon dari grup, tetapi komentar mereka dalam wawancara Vanity Fair terbaru justru menimbulkan lebih banyak kontroversi daripada kejelasan.
Ketika ditanya tentang tetap berhubungan dengan Manon, para member memberikan jawaban yang samar, hanya mengatakan "sesekali."
Vanity Fair juga mengkonfirmasi bahwa Manon tidak akan tampil di mini album grup yang akan datang dan belum memberikan kepastian untuk tur dunia mereka mendatang.
Media tersebut mencatat bahwa bahkan para member KATSEYE sendiri mungkin tidak mengetahui cerita lengkapnya dan bahwa mereka tidak menganggap itu sebagai cerita mereka untuk diceritakan.
"Ruang teraman yang kami miliki adalah di antara kami berenam. Orang-orang sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. Mereka benar-benar tidak tahu. Hanya ada cinta di antara kami," ungkap Lara.
Namun, komentar Sophia sebagai leader grup tentang raslah yang paling memecah belah para penggemar.
Setelah Manon menanggapi unggahan media sosial tentang pengalamannya sebagai satu-satunya wanita kulit hitam dalam grup tersebut, spekulasi tentang peran ras dalam kepergiannya pun merebak.
"Kita dapat dengan tegas mengatakan bahwa dalam situasi kita, sama sekali bukan soal ras. Itu bertentangan dengan semua prinsip yang kita junjung tinggi," terang Sophia.
Jawaban tersebut memicu tuduhan bahwa girl grup tersebut mencoba untuk mengabaikan dan membatalkan sesuatu yang telah disinggung sendiri oleh Manon.
"'Sama sekali bukan soal ras,' katanya, iya, deh," komentar netizen yang kesal dengan pernyataan Sophia.
"Hal ini bahkan lebih menjijikkan kalau dipikir-pikir, meskipun mereka tidak terlibat sama sekali, mereka tetap saja meremehkan pengalaman Manon terkait rasisme dan sentimen anti-kulit hitam di tempat kerjanya??? Sophia, omonganmu jadi mirip seperti penggemarmu."
Yang lain menunjukkan bahwa menjadi seorang wanita kulit berwarna tidak membuat seseorang kebal terhadap pelanggengan sentimen anti-kulit hitam.
"KATSEYE menanggapi spekulasi seputar Manon melalui Vanity Fair, dengan menyatakan bahwa hubungan antaranggota dipenuhi oleh rasa kasih sayang semata dan bahwa orang-orang sebenarnya 'tidak tahu apa yang terjadi' di balik layar. Mereka juga menegaskan bahwa situasi tersebut "sama sekali tidak berkaitan dengan ras" dan bahwa hal itu bukan..."
"Bagaimana mereka bisa dengan yakin mengatakan bahwa hal itu sama sekali tidak berkaitan dengan ras, padahal Manon sendiri menyinggung soal itu?
Hal tersebut terkesan sangat mengabaikan pengalaman yang ia alami. Menjadi orang kulit hitam dan mengalami rasisme adalah hal yang sangat berbeda dibandingkan menjadi orang Asia Selatan, Asia Timur, atau Amerika Latin yang mengalami rasisme."
"'Kami bisa pastikan bahwa dalam situasi kami, hal ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan ras'.
Sophia terus berusaha menyanggah semua yang dikatakan Manon. Awalnya dia bilang soal kesejahteraan, sekarang ganti alasan lagi. Jujur saja, sikapnya sudah keterlaluan."
"Seorang wanita non-kulit hitam yang menepis pengalaman seorang wanita kulit hitam yang sebelumnya menanggapi unggahan tentang rasanya menjadi satu-satunya gadis kulit hitam dalam kelompok serta perlakuan buruk yang dialaminya.
Mengecilkan tindakan rasisme yang kita semua lihat terpancar dari manajer mereka lewat berbagai bentuk *microaggression* (agresi terselubung). Wow."
Terlepas dari niat Sophia, kata-katanya telah kembali memicu perdebatan sengit seputar KATSEYE sejak hiatus Manon diumumkan.***
Editor : Irma Nurfajri

