DLH Jabar Antisipasi Melonjaknya Sampah Tahun Baru di TPAS Sarimukti
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat mengantisipasi melonjaknya sampah pasca tahun baru 2025, di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat mengantisipasi melonjaknya sampah pasca tahun baru 2025, di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Salah satu caranya, meminta pemerintah daerah kota/kabupaten di Bandung Raya tetap patuhi kuota ritase.
Sekretaris DLH Provinsi Jawa Barat Helmi Gunawan mengatakan, jumlah pasti sampah sisa tahun baru yang masuk ke TPA Sarimukti masih belum terlihat, karena saat ini pengangkutan dari rumah tangga di Bandung Raya libur cuti bersama.
"Biasanya di hari libur ini pengangkutan sampah di sumber dari rumah tangga ke TPS terdekat kan libur. Paling akan terlihat besok biasanya," ujar Helmi, Rabu 1 Januari 2025.
Menurutnya, jika nantinya sudah terangkut dan dibuang ke TPA Sarimukti, belum bisa dipastikan seluruhnya sampah tahun baru. Sebab hal itu tercampur dengan sampah rumah tangga lainnya.
"Ini gak bisa menjadi patokan bahwa yang masuk TPA Sarimukti itu sampah dari tahun baru. Karena beberapa sampah yang masuk bisa jadi sampah yang belum diangkut ke Sarimukti sebelumnya," katanya.
Meski begitu, Helmi meminta pemerintah daerah di Bandung Raya bisa menaati aturan ritase pembuangan sampah ke TPA Sarimukti yang sudah disepakati secara bersama, dan jika memungkinkan baiknya bisa ada pengurangan.
Ritase masing-masing daerah yaitu, Kota Cimahi 17 rit per hari, Kabupaten Bandung 40 rit, Kabupaten Bandung Barat 17 rit, dan Kota Bandung disepakati sebanyak 140 ditambah dua rit per harinya karena ada sampah dari Pasar Caringin.
Sesuai kesepakatan yah, ritasi dikurangi dan per minggu dihitungnya. Himbauan sudah disampaikan sejak saat sebelum Natal 2024, itu pun berlaku untuk sampah perhotelan dan tempat wisata," jelasnya.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin memberikan peringatan terhadap pengelola hotel agar bisa mengelola sampah libur Natal dan tahun baru 2025 dengan baik. Ia meminta agar sampah tidak hanya dibuang di TPS.
Menurutnya, perayaan Natal dan tahun baru 2025 akan banyak wisatawan datang ke Jabar dan menginap di hotel. Secara otomatis, sampah pun akan mengalami peningkatan baik plastik dan sisa makanan. Sehingga perlu diperhatikan agar sampah bisa dikelola sebelum masuk TPS.
"Karena pasti pengunjung banyak. Minta sampah diperhatikan jangan hanya mengumpulkan dan dikirim ke TPS. Kelola dengan baik," ujarnya.
Hal ini juga berkaitan dengan kondisi sampah yang saat ini tergolong belum bisa diselesaikan dari hulu. Bey meminta agar pengelola hotel bisa memperhatikan ini dan dapat mandiri mengelola sampah sebelum nantinya diangkut untuk dibuang ke TPA.
"Saya ingatkan kepada pengusaha hotel dan restoran di libur Nataru ini kami minta mengelola sampahnya dengan baik," ucapnya.
Seperti diketahui, persoalan sampah di Jabar masih menjadi maslaah yang belum juga terselesaikan. Koordinator Advokasi Kebijakan Persampahan Bandung Raya, M. Jefry Rohman mengatakan, timbulan sampah food waste Sampah Sejenis Rumah Tangga (SSRT) atau sampah organik dari kawasan dari Cekungan Bandung sebesar 1.210 ton perhari ke TPA Sarimukti.
Adapun sampah komersil ini bersumber dari pasar, hotel/restoran/kafe, rumah sakit, mall, rumah makan, dan lainnya.
"Kota Bandung penghasil paling banyak mencapai 874 ton perhari atau 72,21 persen," ujar Jefry melalui keterangan resminya. ***
Editor : JakaPermana
