Antisipasi Kebakaran Sarimukti, DLH Jabar Tutup 40 Persen Zona 5
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperketat pengamanan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat,
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperketat pengamanan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, menjelang puncak musim kemarau yang diprediksi lebih kering akibat fenomena El Nino.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kebakaran besar, yang pernah melanda TPA Sarimukti pada 2023 dan mengganggu sistem pengelolaan sampah di kawasan Bandung Raya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menyiapkan serangkaian langkah mitigasi, mulai dari penutupan area open dumping, pembangunan infrastruktur pemadam kebakaran, hingga edukasi kepada masyarakat dan pekerja di lingkungan TPA.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST DLH Jawa Barat, Arief Perdana mengatakan, upaya pencegahan difokuskan pada Zona 5 yang selama ini menjadi salah satu titik krusial di kawasan TPA Sarimukti.
"Ada dua yang kita upayakan, yang pertama untuk internal kita sesuai dengan arahan dari Menteri Lingkungan Hidup (LH), bahwa di zona lima itu sudah tidak boleh lagi ada open dumping. Jadi sejak bulan lalu kita sudah mengadakan penutupan tanah di Zona 5 TPA Sarimukti," ujar Arief, Jumat (28/8/2026).
Menurut dia, proses penutupan sampah dengan tanah terus berjalan sebagai bagian dari pengurangan risiko kebakaran sekaligus penataan pengelolaan sampah yang lebih aman.
"Jadi sekarang sudah sekitar 40 persen Zona Lima tertutup oleh tanah, Itu untuk mengurangi risiko kebakaran dari segi fisik," ucapnya.
Selain mempercepat penutupan lahan, DLH Jabar juga membangun sistem hidran yang menjangkau sejumlah titik rawan kebakaran. Fasilitas tersebut disiapkan agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat ketika ditemukan titik api.
"Jadi belajar dari pengalaman tahun 2023, kita sudah membangun sistem hidran dan sudah mencapai titik-titik kritis, jadi nanti tinggal sambung selang, dan air sudah bisa menyala," katanya.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, DLH juga mengintensifkan langkah pencegahan melalui pendekatan sosial. Para pemulung dan warga yang beraktivitas di sekitar TPA, diingatkan untuk tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran.
"Secara nonfisik juga kita coba lakukan sosialisasi kepada para pemulung untuk tidak melakukan aktivitas berbahaya dengan menggunakan api, misalnya seperti merokok dan teman-teman dari lapangan sudah mensosialisasikan kepada masyarakat di sana," tuturnya.
Imbauan serupa diberikan kepada pengemudi truk pengangkut sampah, yang menunggu antrean masuk ke area TPA Sarimukti.
"Nah, itu secara internal saya kira ya ada dua, secara internal itu fisik dan nonfisik," katanya.
Guna memperkuat kesiapsiagaan, DLH Jawa Barat juga menggandeng berbagai pihak dalam upaya mitigasi bencana kebakaran. Koordinasi dilakukan bersama BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga perusahaan BUMN yang turut memberikan dukungan pelatihan dan penanganan darurat.
"Jadi sudah beberapa kali diadakan pelatihan simulasi pencegahan kebakaran dan Alhamdulillah kita juga telah mendapat bantuan dari salah satu BUMN, yakni Pertamina untuk handling, pelatihan dan juga penanganan kebakaran," ujarnya.
Langkah antisipatif tersebut dinilai penting, mengingat BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini memiliki karakteristik yang menyerupai kondisi 2023, saat fenomena El Nino menyebabkan cuaca lebih panas dan minim curah hujan.
Kondisi itu berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan TPA yang menyimpan timbunan sampah dalam jumlah besar.
Sebab itu, DLH Jabar memastikan seluruh instrumen pencegahan dan penanganan darurat terus diperkuat agar operasional TPA Sarimukti tetap berjalan aman selama musim kemarau berlangsung.***
Editor : JakaPermana

