DLH Tasikmalaya Bersihkan Lima Titik Strategis, Siapkan Kota Hadapi Penilaian Adipura
DLH Kota Tasikmalaya menggelar aksi bersih-bersih di lima titik strategis untuk persiapan penilaian Adipura dan mewujudkan Tasik Resik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya menggelar aksi bersih-bersih di lima titik strategis sebagai bagian dari Gerakan Nasional Indonesia ASRI, peringatan World Cleanup Day, serta rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya.
Kegiatan yang digelar pada Jumat (16/10/2026) itu sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi penilaian Adipura. Aksi menyasar sejumlah kawasan perkotaan, fasilitas publik, hingga tempat pembuangan sampah (TPS) liar.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Fery Arif Maulana, mengatakan kegiatan tersebut difokuskan pada kawasan yang menjadi perhatian dalam upaya menjaga kebersihan dan keindahan kota.
"Hari Jumat ini kami melakukan gerakan nasional Indonesia ASRI yang dirangkaikan juga dengan persiapan HUT Kota Tasikmalaya yang ke-25. Terus juga dengan peringatan World Cleanup Day dan persiapan menjelang penilaian Adipura," ujar Fery.
Lima titik sasaran aksi bersih-bersih meliputi jalur pedestrian Jalan HZ Mustofa hingga kawasan Cihideung, kawasan Dadaha, Situ Gede, Pasar Cikurubuk, serta Sungai Cimulu di depan Alun-alun Kota Tasikmalaya. Pembersihan juga dilakukan di sejumlah lokasi yang menjadi tempat pembuangan sampah liar.
Menurut Fery, persiapan penilaian Adipura tidak hanya berfokus pada kebersihan jalan. Sejumlah fasilitas publik dan lingkungan perkotaan turut menjadi perhatian, dengan sekitar 16 titik pemantauan yang mencakup fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, rumah sakit, perkantoran, fasilitas umum, sungai, alun-alun, hingga tempat pemrosesan akhir (TPA).
Terkait jadwal penilaian, DLH Kota Tasikmalaya masih menunggu informasi resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penilaian tersebut diperkirakan berlangsung pada Oktober 2026.
Fery menegaskan, persiapan Adipura membutuhkan kolaborasi lintas sektor. DLH melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas peduli lingkungan, masyarakat, pemerintah kelurahan dan kecamatan, serta instansi terkait di tingkat provinsi maupun pusat.
"Insyaallah kita harus bisa mendapatkan Adipura. Kita juga waktu itu sudah ada rakor persiapan Adipura, kita melibatkan berbagai lintas sektor, termasuk juga komunitas peduli lingkungan, masyarakat, kelurahan dan kecamatan, seluruh OPD, PSDA provinsi, BBWS, semua yang terkait dengan titik pemantau Adipura kita libatkan," katanya.
Kolaborasi juga dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, termasuk dalam penataan kawasan perkotaan untuk mendukung kebersihan dan keindahan lingkungan.
Fery berharap, gerakan menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penilaian Adipura, tetapi dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.
"Dan saya juga berharap tidak hanya sekadar untuk Adipura, tapi ini berkelanjutan dan konsisten untuk di kemudian hari. Ya ingin mewujudkan bagaimana Tasik Resik itu kita wujudkan bersama-sama," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Rino Isa Muharam, mengatakan kegiatan di kawasan sungai juga menyasar hambatan aliran air yang disebabkan sampah maupun material lainnya.***
Editor : JakaPermana
