DP3A Catat Kekerasan Seksual Banyak Terjadi di Tingkat SMP, Gencarkan Sosialisasi ke Sekolah

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor Rakhmawati menyebutkan kekerasan kepada anak di Kota Bogor banyak terjadi di tingkat SMP. 

DP3A Catat Kekerasan Seksual Banyak Terjadi di Tingkat SMP, Gencarkan Sosialisasi ke Sekolah
Rakhmawati memaparkan, untuk itu sosialisasi harus dimulai dari tingkat SD kelas 5 dan kelas 6. Pihaknya tengah intens masuk ke sekolah untuk memberikan sosialisasi tentang antibullying dan tentang bagaimana mencegah kekerasan terhadap anak. (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor Rakhmawati menyebutkan kekerasan kepada anak di Kota Bogor banyak terjadi di tingkat SMP. 

"Oh iya, kami sekarang sedang menggiatkan untuk banyak sosialisasi ke sekolah-sekolah, termasuk parenting kepada orang tua. Karena kekerasan anak itu banyak terjadi itu pada tingkat SMP," ungkap Rakhmawati, Selasa 13 Januari 2026.

Rakhmawati memaparkan, untuk itu sosialisasi harus dimulai dari tingkat SD kelas 5 dan kelas 6. Pihaknya tengah intens masuk ke sekolah untuk memberikan sosialisasi tentang antibullying dan tentang bagaimana mencegah kekerasan terhadap anak. 

"Kalau dari data yang kita punya itu memang paling banyak terjadinya di tingkat SMP. Kami tetap antisipasi dari SD, supaya mereka tidak kaget nih masuk SMP-nya seperti apa," paparnya. 

Rakhmawati menjelaskan, pada 2025 lalu laporan kekerasan anak yang masuk ke DP3A itu ada 77 kasus dan itu sebagian besar itu memang di tingkat SMP.

"Kasusnya ada kekerasan seksual, bullying, terus kekerasan dalam rumah tangga, maksudnya di rumahnya juga ada kekerasan. Tetapi yang dominan itu kasus kekerasan seksual. Korbannya, perempuan ada dan laki-laki juga ada," jelasnya.


Editor : Doni Ramdhani