DPRD Desak Tirta Raharja Serahkan Pelanggan Air Bersih ke KBB
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendesak Perumda Tirta Raharja Kabupaten Bandung untuk menyerahkan air b
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendesak Perumda Tirta Raharja Kabupaten Bandung untuk menyerahkan air bersih kepada 11.000 pelanggan di wilayah KBB.
Pasalnya, semenjak 14 tahun KBB dimekarkan dari Kabupaten Bandung, proses penyerahan pelanggan air bersih itu belum terealisasi.
Anggota DPRD KBB, Iwan Setiawan mengatakan, Pemda KBB sudah memiliki BUMD yang mengelola air bersih dan saat ini sedang berproses menjadi Perumda.
Baca Juga: Dadang Supriatna Minta Perumda Tirta Raharja Layani Akses Air Minum di 8 Kecamatan
"Kami mendorong Pemda KBB agar segera melakukan pembicaraan dengan Pemkab Bandung untuk men-take over 11.000 pelanggan air bersih yang domisili di KBB dari Perumda Tirta Raharja," katanya, Minggu 19 Desember 2021.
Menurutnya, sudah selayaknya 11.000 pelanggan itu diserahkan ke KBB. Mengingat Perumda Tirta Raharja Kabupaten Bandung sudah tidak lagi melakukan pengembangan investasi di KBB karena sudah berbeda secara teritorial.
"Mereka hanya menjalankan bisnis eksisting dengan melayani pelanggan di Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan KBB," tutur Iwan yang juga merupakan Ketua Pansus 15 DPRD KBB yang membahas Perumda Air Minum.
Baca Juga: Bayar Tagihan Air Minum Perumda Tirta Raharja bisa Melalui BJB Digi
Sementara sumber bahan bakunya, lanjut dia, juga berasal dari wilayah KBB sehingga menjadi sangat urgen membahas soal ini, mengingat ke depan bisnis air bersih menjadi bisnis yang sangat vital.
Ia menyebut, di KBB sudah ada BUMD PT PMgS yang saat ini akan bertransisi menjadi Perumda Air Minum. Saat ini cakupan pelayanannya baru sekitar 1,26 persen atau baru memiliki 5.000 pelanggan sambungan rumah.
"Jika nantinya menerima limpahan 11.000 pelanggan dari Perumda Tirta Raharja, maka pelayanan air bersih di KBB jadi bertambah," sebutnya.
Baca Juga: Alhamdulillah Kasus Pasien Positif Covid-19 di KBB Turun
"Saya rasa Plt Bupati Bandung Barat, Plt Wali Kota Cimahi, dan Bupati Bandung harus bertemu mencari solusi. Sebab 14 tahun waktu yang cukup lama dan penyerahan aset pengelolaan air minum itu belum juga terselesaikan," sambungnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Setda KBB, Maman Sulaeman mengatakan, perubahan dari BUMD PT PMgS menjadi Perumda bisa secepatnya dirampungkan.
Sehingga, tambah dia, nantinya akan ada percepatan pertumbuhan dari unit bisnis air bersih yang dijalankan dengan terus memperlebar pangsa pasar sambungan rumah ke masyarakat.
Baca Juga: Disperindag KBB Sebut Kenaikan Harga Jelang Nataru Hal Biasa
"Saya optimistis bisnis layanan air bersih di KBB akan semakin berkembang," ujarnya.
"Apalagi ketika penyerahan 11.000 pelanggan Perumda Tirta Raharja terealisasi, maka cakupan pelanggan air bersih Perumda Air Minum KBB akan lebih besar," tandasnya. *** (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


