DPRD Jabar Dorong Pemprov Optimalkan Sektor Pariwisata
Sejak sektor pariwisata kembali dibuka dengan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah penanganan Covid-19, terjadi lonjakan kunjungan dari wisatawan yang cukup baik. Hal ini tentu saja diharapkan dapat menstimulus meningkatkan perekonomian masyarakat, yang sempat ambruk akibat pandemi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung – Sejak sektor pariwisata kembali dibuka dengan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah penanganan Covid-19, terjadi lonjakan kunjungan dari wisatawan yang cukup baik. Hal ini tentu saja diharapkan dapat menstimulus meningkatkan perekonomian masyarakat, yang sempat ambruk akibat pandemi.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Yunandar Rukhiadi Eka Perwira mengatakan, situasi saat ini dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan sektor pariwisata yang sempat lumpuh selama tiga bulan terakhir akibat pandemi.
“Terus terang mengenai pariwisata ini terbilang rumit. Bukan hanya di kita, tetapi di luar (negeri) juga sama di kondisi akibat Covid-19 ini yang semuanya down. Sebab musuh dari pariwisata ini ya salah satunya bencana seperti sekarang. Sekarang ini sudah diuji coba, terutama di wisata alam dan masyarakat juga sudah paham mengenai protokol kesehatan. Kalau dari hasil evaluasi tidak berdampak dengan Covid-19, ini bisa ditingkatkan dan dijadikan momentum untuk kembali meningkatkan pariwisata kita yang sebelumnya sempat ambruk,” ujar Yunandar kepada INILAH, Senin (24/8/2020).
Kendati demikian, Yunandar mengingatkan pemerintah tidak hanya sebatas membuka tempat pariwisata. Tetapi juga membantu para pelaku usaha pendukung pariwisata, agar bisa kembali bangkit sehingga industri wisata kembali berjalan normal. Salah satunya kata dia, dengan memberikan bantuan modal.
“Supaya sektor pariwisata kita bisa kembali pulih, pemerintah juga wajib memberikan insentif kepada para pelaku pendukung pariwisata seperti hotel, restoran atau kafe. Mereka ini sekarang kehabisan uang cash akibat dampak Covid-19. Mungkin pemerintah bisa bantu dengan memberikan pinjaman lunak melalui perbankan tanpa melihat yang lama (pinjaman). Soalnya pasti macet. Kalau tidak dilakukan atau dibantu, ya repot juga,” ucapnya.
“Sekarang kan sudah ada bansos untuk pegawainya. Nilainya Rp 600 ribu per bulan kalau tidak salah. Ini cukup tepat. Selain ada dukungan dari pemerintah kepada pelaku usahanya. Mungkin ini bisa dilakukan, agar mereka bisa membantu mendorong industri pariwisata kita agar lebih baik kedepan,” sambungnya.
Selain itu, Yunandar juga menilai pemerintah juga wajib memiliki inovasi agar industri pariwisata Jabar bisa lebih maksimal. Salah satunya dengan memanfaatkan momentum-momentum yang ada, dalam melakukan promosi. Bukan hanya itu, Jabar juga wajib memiliki konsentrasi pada wisatanya agar dapat bersaing dengan wilayah lain dalam bisnis pariwisata.
“Ini juga tidak kalah penting. Pemerintah juga harus membangun citra Jawa Barat. Ini PR panjang untuk kita. Kita harus punya citra yang kuat. Dimana pada intinya, orang mau wisata ke Jabar ini mau ngapain. Nah ini kita belum ada. Contoh kayak Bali, orang jelas kesana mau ngapain. Nah di kita tidak ada. Kita sekarang punya momentum, tahun depan Piala Dunia U-20. Ini bisa dijadikan momen untuk mempromosikan wisata kita di luar. Inovasi sangat dibutuhkan dalam promosi, agar tujuan orang kesini jelas. Sejauh ini mayoritas kita lokal. Wisatawan kebanyak dari Jakarta. Ini yang bisa kita gali, bagaimana caranya tidak hanya wisatawan dari sana saja,” terangnya.
“Potensi kita banyak, contoh Cirebon yang kaya akan wisata sejarah dan religi-nya yang mirip dengan Yogyakarta. Sekarang, adalah saat yang tepat untuk kita memulai promosi mengenalkan Jawa Barat baik nasional maupun internasional, dengan menampilkan sesuatu yang beda. Tinggal sekarang bagaimana kita membangun branding bahwa Jawa Barat memiliki sesuatu yang beda dan layak untuk dikunjungi sebagai pilihan wisata favorit di Indonesia,” lanjut Yunandar.
Editor : JakaPermana

