Dua Hari Lagi Jabat Pj Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya Pamer Keberhasilan
Pj Bupati Cirebon Wahyu Mijaya memaparkan capaian kinerja pemerintahannya selama 9 bulan menjabat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Pj Bupati Cirebon Wahyu Mijaya memaparkan capaian kinerja pemerintahannya selama 9 bulan menjabat.
Hal itu karena tanggal 20 Februari 2025 ini, jabatan Wahyu Mijaya akan berakhir. Pemaparan tersebut disampaikannya ke hadapan media.
Wahyu Mijaya menjelaskan, Kabupaten Cirebon berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui berbagai program.
Seperti program pendidikan inklusif, layanan kesehatan terjangkau, dan pelatihan kewirausahaan. Selain itu, angka stunting turun dari 8,2% (Mei 2024) menjadi 5,41% (Januari 2025). Ini berkat intervensi gizi spesifik, seperti distribusi makanan tambahan bagi balita dan edukasi pola asuh melalui 150 posyandu.
“Kolaborasi dengan puskesmas dan kader desa menjadi kunci keberhasilan ini,” ungkapnya, Selasa 18 Februari 2025.
Kemudian, penduduk miskin ekstrem berkurang dari 1,65% pada tahun 2023 menjadi 1,13% di tahun ini. Sementara tingkat kemiskinan turun ke 11%.
Ada juga Program bansos berbasis data terpadu dan pelatihan kerja di sektor pertanian dan UMKM, berkontribusi pada capaian ini. Di sisi lain, realisasi investasi mencapai Rp3,1 triliun pada tahun lalu sekarang tumbuh pada angka 3,79%.
"Tahun ini penyerapan tenaga kerja mencapai 17.311 orang. Untuk sektor industri pengolahan dan pariwisata menjadi penyumbang terbesar," ungkapnya.
Selain itu, inovasi layanan publik melalui platform Cirebon Smart Service membawa Kabupaten Cirebon meraih penghargaan kategori Inovasi Responsif Melayani Masyarakat. Ini berkat Sistem perizinan online dan pengaduan via aplikasi. Terbososan ini memangkas waktu layanan dari 7 hari menjadi maksimal 3 hari.
Dari aspek infrastruktur, Pemkab Cirebon meningkatkan kemantapan jalan hingga 84,91% di tahun 2024. DPUPR sudah merevitalisasi 32 km ruas jalan dan 5 jembatan. Ada juga proyek normalisasi sungai di tiga titik rawan banjir. Seperti Sungai Cimanuk dan Cisanggarung.
"Kami bekerjasama dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung dan Kementerian PUPR. Ini langkah antisipatif untuk mengurangi 40 persen titik banjir tahunan,” jelas Wahyu Mijaya.
Dia menambahkan, untuk penyelesaian masalah tenaga honorer, saat ini sudah ada pengangkatan 2.040 orang PPPK. Saat ini masih tersisa 1.200 orang yang akan difasilitasi melalui rekruitmen tahap II pada 2025 ini.
“Kami telah menyiapkan blueprint pembangunan tahun 2025 sampai tahun 2030. Ini supaya program seperti Saber Sampah dan perluasan TPST Kubang Deleg tetap berjalan,” tukasnya.
Editor : Doni Ramdhani

