Pj Bupati Cirebon Wahyu Mijaya Respons Jalan Rusak di Luwung Kencana

Ruas jalan rusak di Desa Luwung Kencana, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon menjadi perhatian publik setelah warga setempat menanaminya dengan pohon pisang dan membuat replika kuburan sebagai bentuk protes.

Pj Bupati Cirebon Wahyu Mijaya Respons Jalan Rusak di Luwung Kencana
Wahyu Mijaya yang didampingi Kapolresta Cirebon dan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon memastikan akan segera mengambil langkah-langkah konkret. Dalam waktu dekat pihaknya akan segera menangani persoalan jalan rusak tersebut. (maman suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - Ruas jalan rusak di Desa Luwung Kencana, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon menjadi perhatian publik setelah warga setempat menanaminya dengan pohon pisang dan membuat replika kuburan sebagai bentuk protes.

Aksi ini pun viral di media sosial, hingga memicu respons cepat dari Pj Bupati Cirebon Wahyu Mijaya. Bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dia terjun langsung meninjau kondisi jalan rusak tersebut.

Wahyu Mijaya yang didampingi Kapolresta Cirebon dan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon memastikan akan segera mengambil langkah-langkah konkret. Dalam waktu dekat pihaknya akan segera menangani persoalan jalan rusak tersebut.

Wahyu Mijaya menjelaskan, perbaikan jalan akan dilakukan secara bertahap. Langkah pertama adalah perataan jalan menggunakan material sirtu (pasir dan batu), yang direncanakan mulai dilakukan pada hari Senin mendatang.

“Ini supaya tidak ada lagi lubang-lubang yang tergenang air,” janji Wahyu, Minggu 5 Januari 2025.

Namun akunya, perbaikan permanen berupa pengaspalan atau betonisasi membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui proses lelang terlebih dahulu.

“Revitalisasi ini akan dilelang dulu, dan kemungkinan awal Maret 2025 baru bisa dimulai pengerjaannya,” ucapnya.

Wahyu mengakui, revitalisasi penuh untuk seluruh jalan rusak di Desa Luwung Kencana belum bisa dilakukan secara menyeluruh dalam waktu dekat. Namun, ia memastikan bahwa solusi jangka panjang akan terus diupayakan.

"Kita akan berdiskusi lebih lanjut, termasuk dengan Ketua DPRD, untuk mencari solusi terbaik dalam menangani jalan ini secara menyeluruh," ungkapnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar dan tetap menjaga kondusivitas selama proses perbaikan berlangsung.

“Mari kita sama-sama menjaga wilayah ini, dan mohon bersabar karena ada beberapa tahapan prosedur yang harus dilakukan,” terangnya.

Wahyu menambahkan, sebagian besar persoalan jalan rusak di wilayah Kabupaten Cirebon bisa ditangani dalam tahun 2024. Sedangkan tahun 2025, Pemkab Cirebon sudah punya beberapa solusi untuk menangani jalan yang masih rusak.

"Dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, masyarakat Desa Luwung Kencana bisa punya akses jalan yang layak. Sehingga mereka dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman," tukasnya.

Sebelumya, protes kreatif yang dilakukan warga dengan menanami jalan berlubang menggunakan pohon pisang dan membuat replika kuburan memang menuai perhatian luas. Warga berharap pemerintah daerah segera merespons keluhan mereka agar aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu oleh kondisi jalan yang membahayakan.

Salah seorang warga setempat menyatakan apresiasinya atas kunjungan langsung PJ Bupati dan jajaran Forkopimda.

“Kami senang akhirnya pemerintah merespons cepat. Semoga janji perbaikan ini segera terealisasi,” harapnya.


Editor : Doni Ramdhani