Pj Bupati Cirebon Jamin Netralitas ASN di Pilkada Serentak 2024
Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, kembali menegaskan komitmennya terhadap netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon – Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, kembali menegaskan komitmennya terhadap netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.
Statemennya pun disampaikan menyusul adanya laporan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dua ASN yang diduga terlibat pelanggaran netralitas dan telah dilaporkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"netralitas ASN bukan sekadar aturan, tetapi harga mati," ungkapnya, Senin 25 November 2024.
Pihaknya pun melaporkan sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah pelanggaran netralitas ASN. Bahkan telah bekerja sama dengan Forkopimda dan Bawaslu dalam memberikan sosialisasi kepada kepala perangkat daerah, camat, hingga kuwu.
Langkah preventif itu diperkuat dengan penandatanganan pakta integritas oleh para ASN. Ini sebagai bukti komitmen menjaga profesionalisme. Tidak hanya itu, sosialisasi juga digencarkan hingga ke tingkat sekretaris perangkat daerah dan kepala bagian kepegawaian untuk memastikan pengawasan berjalan optimal.
"Jika ada ASN yang terbukti tidak netral, saya persilakan masyarakat atau pihak terkait untuk melaporkannya sesuai mekanisme yang berlaku. Kami tidak akan melindungi siapa pun yang melanggar. Proses akan berjalan hingga tuntas," ujarnya.
Wahyu juga menjelaskan, sanksi bagi ASN yang melanggar sangat tergantung pada tingkat kesalahannya. Sanksinya bisa ringan, sedang, atau berat, sesuai rekomendasi BKN. Jika terbukti melanggar, pihaknya akan langsung menetapkan sanksi tersebut.
Ia berharap langkah tegas ini menjadi peringatan keras bagi semua ASN agar menjaga netralitas. Jangan sampai, pesta demokrasi lima tahunan ini dicoreng oleh kelakuan yang melanggar hukum.
"netralitas ASN bukan sekadar formalitas. Ini soal menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat. Jangan pernah mencederai amanah rakyat," tukasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

