BKD Jabar Pastikan Hingga Detik Ini Netralitas ASN di Lingkungan Pemprov Masih Terjaga
Kepala Badan Kepegawaian Daerah BKD Jabar Sumasna memastikan, hingga detik ini netralitas ASN di lingkungan Pemprov Jabar masih terjaga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Badan Kepegawaian Daerah BKD Jabar Sumasna memastikan, hingga detik ini netralitas ASN di lingkungan Pemprov Jabar masih terjaga.
Sumasna mengatakan, hingga tahapan kampanye Pilkada Serentak 2024, belum ada satu pun dugaan pelanggaran terkait netralitas ASN terlapor ke BKD Jabar.
"Alhamdulillah, untuk urusan Pilkada yang sekarang di Pemprov Jabar belum menerima laporan kejadian terkait netralitas ASN," kata Sumasna di sela kegiatan sosialisasi Bawaslu Jabar, Kota Bandung, Selasa 15 Oktober 2024.
Kendati demikian, Sumasna mengaku pihaknya tetap akan melakukan sosialisasi dan pengawasan, untuk mencegah terjadinya pelanggaran netralitas ASN di Pemprov Jabar.
"Untuk saling mengingatkan kembali posisi ASN di urusan Pilkada atau Pemilu itu harus netral," ucapnya.
Dia pun berharap, ASN di Jabar tetap konsisten menjaga netralitas mereka hingga proses kontestasi pesta demokrasi selesai.
Jangan sampai seperti pada Pemilu lalu kata dia, yakni Pilpres dan Pileg. Terjadi enam pelanggaran ASN, karena ketidaktahuan mereka terkait batas atau norma.
"Beberapa diantaranya karena ketidaktahuan mengenai urusan mencalonkan diri di legislatif itu harusnya mundur dulu, baru punya KTA. Tidak boleh punya KTA dulu baru mundur," tuturnya.
"Terus ada satu yang ditemukan, dilaporkan ke Bawaslu dan terbukti. Kita tindaklanjuti dengan hukuman disiplin," imbuhnya.
Dimana salah satu ASN yang melanggaran netralitas pada Pemilu lalu kata dia, telah mendapatkan sanksi berupa penundaan kenaikan gaji berkala.
"Salah satu guru. Jadi memang ini (guru) tantangan buat kita, karena banyak dan menyebar dimana-mana," sambungnya.
Kini kata Sumasna, sudah lebih baik dimana Dinas Pendidikan Jabar berhasil mengawal sekitar 41 ribu ASN tenaga pengajar atau guru, untuk memastikan netralitas mereka di Pilkada serentak 2024.
Terlebih diakuinya, memang bagi Jabar terkait menjaga netralitas ASN terbilang berat dan menjadi tantangan tersendiri, lantaran jumlahnya paling banyak dari seluruh Indonesia.
"Pengawasan, pembinaan ada dinamika tersendiri. Kita bersyukur, ASN yang jumlahnya begitu banyak, (netralitas masih berjalan)," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

