Dua Hari Setelah Santap MBG
DUGAAN keracunan MBG di SMKN 1 Gunungguruh baru terungkap setelah libur akhir pekan. Sebanyak 151 siswa dan guru dilaporkan mengalami keluhan kesehatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Keluhan kesehatan tidak datang bersamaan. Sebagian siswa merasakan mules atau diare di rumah, sementara sekolah sedang memasuki libur akhir pekan.
Baru ketika banyak peserta didik tidak masuk pada Senin, dugaan masalah setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terungkap.
Sebanyak 151 siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu dimsum ayam jamur dalam program MBG.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan makanan tersebut dikonsumsi pada Jumat (2/10). Namun, pihak sekolah baru mengetahui banyak siswa mengalami keluhan pada Senin (5/10), setelah libur Sabtu-Minggu.
“Pihak sekolah itu karena langsung libur Sabtu-Minggu, tahunya itu Senin,” ujar Purwanto, Kamis (8/10).
Jeda tersebut membuat gejala tidak langsung terbaca sebagai kejadian yang dialami banyak orang. Keluhan muncul masing-masing di rumah, bahkan sebagian siswa sempat mendapat penanganan di puskesmas.
Ketika jumlah siswa yang tidak masuk sekolah meningkat, pihak sekolah mulai melakukan pendataan. Dari proses tersebut, jumlah korban kemudian terkonfirmasi mencapai 151 orang.
“Yang 151 itu baru terkonfirmasi hari Senin. Pas hari Sabtu mungkin ada yang mules sendiri di rumah, ada yang ke puskesmas,” katanya.
Data hasil koordinasi Puskesmas Cibolang dengan sekolah mencatat korban terdiri atas 125 siswa dan 26 guru. Mayoritas menjalani perawatan mandiri di rumah. Seorang guru sempat dirawat di rumah sakit sebelum kembali mengajar.
Setelah mengetahui adanya keluhan yang dialami banyak warga sekolah, pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan kepolisian dan puskesmas setempat pada Senin.
Dugaan keracunan tersebut sebelumnya diketahui Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan Puskesmas Cibolang pada Rabu (7/10).
(yuliantono/gin)
Editor : Inilahkoran
