Dua Spesies Bambu Langka Hiasi Bantaran Sungai Citarum
Dua spesies bambu langka turut menghiasi bantaran Sungai Citarum tepatnya di sektor 8 desa Mekar Rahayu Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung. Keduanya adalah bambu Haur Koneng dan Bambu Nagin.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Dua spesies bambu langka turut menghiasi bantaran Sungai Citarum tepatnya di sektor 8 desa Mekar Rahayu Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung. Keduanya adalah bambu Haur Koneng dan Bambu Nagin.
Kedua bambu langka itu merupakan bagian dari delapan spesies bambu yang ditanam oleh Bambu Juara Bambu Jawa Barat (Baju Baja) bekerjasama dengan PT PLN dalam rangka mewujudkan Taman Tangguh Bambu. Salah satu fungsinya, yaitu untuk melindungi sungai Citarum.
"Seluruhnya ada 360 pohon bambu yang kami tanam di lokasi," ujar Ketua Progam Baju Baja Oki Hikmawa, Minggu (1/11/2020).
Oki menyampaikan, penanaman bambu ini merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan PT PLN yang bertujuan untuk konservasi jenis bambu langka yang di tanam ditaman tersebut. Dalam taman juga dibuat ornamen bambu untuk mempercantik taman tangguh bambu tesebut.
"Selain itu juga kami menanam bibit kopi di sepanjang tepi sungai Citarum sektor 8," katanya.
Sejumlah bibit yang ditanam di taman Taguh Bambu tersebut, kata Oki, merupakan pembibitan dari kelompok Baju Baja Mekar Rayahu. Di mana sebelumnya Baju Baja telah melakukan pelatihan untuk penanam bambu.
"Dan kita langsung pratikan sekarang di taman Tangguh Bambu,” kata Oki.
Oki menjelaskan, selain konservasi penananman bambu, taman tersebut juga sebagai wahana eduksi untuk masyarakat berkaitan dengan ilmu yang harus diketahui dari bambu Jawa Barat.
“Bambu ini juga sangat berperan untuk perlindungan hutan serta sungai Citarum,” katanya.
Senior Manager Kontruksi PT PLN UIT-JBT Budi Santoso mengatakan, pembuatan taman tangguh bambu juga bagian dari menjaga jalur transmisi dan listrik Jabar juara.
“Selain itu juga agar terjalin kesinambungan antara masyarakat dan BUMN tersebut melalui pengembangan kearifan lokal bersama Baju Baja,” katanya.
Bukan hanya itu Lanjut Budi, pengembangan tahap kedua adalah penambahan kwalitas dan infrastruktur taman agar menjadi lahan wisata bagi masyarakat sekitar di bulanJanuari 2021. Adapun kegiatan-kegiatan yang mengedepankan peran aktif masyarakat dengan melibatkan Bambu juara bambu jawa barat sebagai jembatannya.
“Semoga Potensi pemanfaatan bambu di Kabupaten Bandung dapat terus ditingkatkan kwalitasnya,” kata Budi. (riantonurdiansyah)
Editor : Bsafaat


