Dua Staf DPRD Kabupaten Bogor Terpapar Covid-19

Kantor DPRD Kabupaten Bogor mendadak sepi. Hanya beberapa gelintir orang yang masih keluar-masuk kantor di Cibinong itu. Selebihnya, rata-rata penghuni kantor wakil rakyat itu ngumpet di rumah masing-masing. Isolasi mandiri.

Dua Staf DPRD Kabupaten Bogor Terpapar Covid-19
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Kantor DPRD Kabupaten Bogor mendadak sepi. Hanya beberapa gelintir orang yang masih keluar-masuk kantor di Cibinong itu. Selebihnya, rata-rata penghuni kantor wakil rakyat itu ngumpet di rumah masing-masing. Isolasi mandiri.

Itu terjadi setelah dua orang staf DPRD Kabupaten Bogor terpapar virus corona, penyebab Covid-19. Selain itu, tiga orang lainnya dinyatakan reaktif setelah menjalani tes cepat dalam dua hari ini.

“Benar, ada dua orang staf DPRD Kabupaten Bogor yang terpapar wabah Covid 19. Keduanya warga Kota Bogor. Penularan pertama diduga dari keluarga (istri dan anak) salah seorang staf, lalu menularkan ke rekan kerjanya yang kebetulan satu ruangan,” kata Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, Selasa (4/8/2020).

Pria asli Solo, Jawa Tengah ini menambahkan setelah mengetahui dua stafnya terpapar Covid 19, mulai Senin kemarin hingga hari ini jajarannya melaksanakan rapid test.

“Hasil rapid test hari ini, tiga orang staf lainnya yang kebetulan juga satu ruangan hasilnya reaktif. Kami saat ini memunggu hasil swab test mereka. Apapun hasilnya akan kami beritahukan selanjutnya,” tambahnya.

Rudy menuturkan secara bertahap, 55 orang pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor akan menjalani tes usap demi mencegah dan memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19.

“Karena keterbatasan alat tes, maka kami lakukan tes swab kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor secara bertahap. Selama dua minggu ini kami akan mengisolasi diri,” tutur Rudy.

Politisi Partai Gerindra ini memaparkan bagi tamu yang bisa dijadwalkan ulang peretemuannya, maka akan ditunda. Sementara bagi yang tidak bisa dijadwalkan ulang akan ia temui.

“Kalau memang tidak bisa dijadwalkan ulang, tamu tersebut akan saya temui sendiri karena kebetulan hasil swab test saya tiga hari lalu negarif. Namun bagi tamu yang mau berkunjung diberi syarat memiliki surat keterangan sehat dengan membuktikan hasil swab atau rapid test,” paparnya.

Rudy melanjutkan mulai hari ini, seluruh aktivitas di Gedung DPRD Kabupaten Bogor ditutup dulu dan akan dilakukan penyemprotan zat disinsfektan hingga hari Jumat mendatang.

“Walaupun kami menutup seluruh aktivitas di Gedung DPRD, karena ini bukan penyakit yang tabu, kita buka informasinya dengan catatan berkode etik. Saya mengimbau agar kita tetap waspada atas wabah ini,” lanjut Rudy. (Reza Zurifwan)


Editor : Doni Ramdhani