KKES Resmi Melantai di Pasar Modal Indonesia BEI

Direktur Utama KKES Kiki R Sadrach mengatakan, perseroan terjun ke Pasar Modal Indonesia BEI seiring perkembangan industri manufaktur.

KKES Resmi Melantai di Pasar Modal Indonesia BEI
Emiten KKES akan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Agustus 2022. Pada masa IPO yang digelar 2-4 Agustus 2022, penjatahan terpusat IPO KKES kelebihan permitaan atau Oversubscribed sebanyak sekitar 30,45 kali.

INILAHKORAN, Bandung - Senin 8 Agustus 2022 ini, PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) resmi melantai di Pasar Modal Indonesia BEI.

Direktur Utama KKES Kiki R Sadrach mengatakan, perseroan terjun ke Pasar Modal Indonesia BEI itu seiring dengan perkembangan industri manufaktur yang terus menunjukkan perbaikan signifkan. Hal itu diakuinya telah memberikan peluang bagi kegiatan usaha yang bergerak di bidang subsektor manufaktur dan berbagai penunjangnya.

Menurutnya, keputusan KKES untuk menghimpun dana melalaui Pasar Modal Indonesia BEI itu pun berdasarkan data Kemenperin pada Triwulan I-2022 yang mencatat industri manufaktur pengolahan nonmigas tumbuh 5,47% lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama yaitu 5,01%.

Baca Juga: Tinggal Nunggu Restu Kejati Jabar, Tersangka Kasus Korupsi di PT PPE Bakal Ditetapkan

Selain itu, Kemenperin juga mencatat industri kimia, farmasi, dan obat tradisional menjadi salah satu dari dua kontributor teratas sektor manufaktur setelah industri makanan dan minuman.

"Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang usaha perdagangan besar bahan dan barang kimia, KKES memiliki peluang yang baik untuk berkembang ke depan," kata Kiki, Senin 8 Agustus 2022.

Menurutnya, perseroan memiliki beragam produk yang dimiliki baik existing maupun produk baru banyak digunakan di berbagai sektor industri manufaktur antara lain industri tekstil, industri plastik, cat, pipa kabel, dll. Melihat prospek dan peluang yang baik pada industri kimia tersebut, Perseroan berupaya mengembangkan usahanya dan menghimpun dana lewat bursa saham.

Baca Juga: PTPN VIII Bantah Lakukan Alih Fungsi Lahan Tanaman Teh Tanpa Izin di Rancabali Kabupaten Bandung

Dia menuturkan, pada masa penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dari perusahaan distribusi kimia tersebut juga mendapat respon positif dari berbagai investor hingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscription) sekitar 30,45 kali.

Pada 2-4 Agustus 2022, perseroan mulai menawarkan sebanyak 300 juta saham baru lewat IPO. Jumlah saham tersebut setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. Saham yang bernilai nominal Rp10 per saham tersebut ditawarkan di harga Rp105 per saham sehingga Perseroan meraih total dana sebesar Rp31,5 miliar. Saham tersebut akan tercatat (listing) di Pasar Modal Indonesia BEI.

Dana yang diperoleh dari IPO tersebut sebanyak 95% akan digunakan sebagai modal kerja untuk kegiatan operasional dan pengembangan bisnis Perseroan dengan rincian antara lain: 30% untuk biaya operasional dan 65% untuk pembelian barang dagangan dan pelunasan utang usaha kepada pemasok.

Baca Juga: 73 Persen Jalan di Jabar Rusak, DPRD Jabar Sebut Perlu Ada Suntikan Dana

Sisanya sebesar 5% akan digunakan untuk pengembangan sistem informasi dan teknologi Perseroan termasuk digitalisasi IT untuk sales, delivery, inventory dan logistic.

PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk adalah anak perusahaan dari PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) dengan kepemilikan 51%. Setelah go public, saham perusahaan CSAP akan berkurang menjadi 40,80%. Demikian juga kepemilikan dari pemegang saham lain juga berkurang.

Kepemilikan saham selengkapnya setelah go public adalah: CSAP 40,80%, PT Budi Lestari Sentosa dari 14% menjadi 11,20% Retno Widyati Harsono 2,69%, Felicia Wiendraty Harsono 2,66%, Kiki Rusmin Sadrach dari 13,32% menjadi 10,66%, Kundy Wijaya dari 10% menjadi 8%, Sri Lanty dari 5% menjadi 4%, masyarakat 19,76% dan saham karyawan (Employee Stock Allocation=ESA) 0,24%. (*)


Editor : inilahkoran