Erick Thohir Tegas Tolak Pemain Titipan, Bentuk Tim Scouting Nasional Profesional untuk Regenerasi Sepak Bola Indonesia
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pencarian bakat sepak bola nasional yang bersih, profesional, dan bebas dari praktik titip-menitip pemain.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pencarian bakat sepak bola nasional yang bersih, Profesional, dan bebas dari praktik titip-menitip pemain.
Dalam pernyataannya yang disampaikan saat pengundian turnamen Piala AFF U-23 di Jimbaran, Bali, pada Jumat (24/5/2024), Erick menyatakan tidak akan mentoleransi adanya pemain titipan dalam proses seleksi tim nasional.
“Kalau ada pemain titipan, tim scouting saya bubarkan,” tegas Erick Thohir, seperti dilansir dari ANTARA.
Erick bahkan menyatakan siap mencopot Simon Tahamata, legenda Sepak Bola Indonesia-Belanda yang ditunjuk memimpin Tim Scouting Nasional, jika terbukti terlibat atau membiarkan praktik titipan tersebut terjadi.
“Pelatihnya saya copot. Tidak bisa membentuk Timnas itu karena ada titipan pribadi,” lanjut Erick dengan nada serius.
Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari upaya menyusun fondasi regenerasi sepak bola nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Ia telah melakukan pertemuan langsung dengan Simon Tahamata untuk menyusun peta jalan baru pencarian bakat.
Salah satu prioritasnya adalah menjalin komunikasi aktif dengan pelatih-pelatih dari berbagai kelompok usia, mulai dari senior, U-23, U-20, hingga U-17.
“Saya sudah bertemu Om Simon. Prioritas pertama yang harus Om Simon lakukan, bicara dengan pelatih senior, U-23, U-20, dan U-17 untuk memetakan siapa talenta pool, regenerasi kita,” ujar Erick.
Untuk memastikan pencarian bakat berjalan efektif dan merata, PSSI akan membentuk tim scouting di tiga zona utama tanah air, yakni wilayah Barat, Tengah, dan Timur.
Setiap tim zona wajib memberikan laporan rutin bulanan kepada Simon Tahamata dan PSSI. Tak hanya menunggu laporan, Simon juga diminta terjun langsung ke daerah untuk melihat potensi pemain di lapangan.
Selain memetakan talenta dalam negeri, Erick Thohir juga mencanangkan pemetaan terhadap pemain diaspora — yakni pemain berdarah Indonesia yang menetap atau bermain di luar negeri. Ia menyebutkan bahwa banyak talenta diaspora tersebar di Belanda, Eropa, dan Amerika Serikat.
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Adrian Wibowo, pemain muda yang saat ini bergabung dengan Los Angeles FC (LAFC) di Major League Soccer (MLS), Amerika Serikat.
“Saya tidak tahu apakah Adrian Wibowo yang main LAFC ingin membawa Merah Putih? Apalagi namanya juga Wibowo, kami akan lihat, apakah mau. Kami coba buat tim scouting yang prima,” ucap Erick.
Selain Adrian, Erick juga menyebut dua pemain putri berdarah Indonesia yang bermain di klub Amerika Serikat, yaitu Sydney Hoper dan Katarina Stalin, yang juga masuk dalam radar scouting PSSI.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
