INILAH, Purwakarta – Rumah Sakit (RS) Siloam Purwakarta mengembangkan layanan khusus penanganan penyakit batu ginjal tanpa tindakan sayatan (operasi). Program tersebut dinamakan layanan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).
Kepala Divisi Pengembangan Bisnis RS Siloam Purwakarta Nita Hanjani Dewi mengatakan, pihaknya meluncurkan layanan baru tersebut karena saat ini penyakit batu ginjal mulai banyak dialami masyarakat, khususnya di wilayah Purwakarta, Subang, dan Karawang.
"Yang berobat ke RS kami, rata-rata 75-100 pasien per bulan. Pola hidup yang tidak sehat, semisal kurang minum bisa menjadi pemicu batu ginjal. Makanya, layanan ESWL ini diluncurkan karena mulai banyak pasien dengan keluhan tersebut," ujar Nita kepada INILAH di Purwakarta, Selasa (11/12/2018).
Menurutnya, dulu pasien batu ginjal akan membayangkan hal yang 'ngeri' dalam tindakan penyembuhan penyakitnya. Prosedur penyembuhan biasanya dengan tindakan operasi. Tetapi dengan layanan ESWL, pasien tidak perlu lagi risau dan merasa takut karena tindakan penyembuhan penyakit batu ginjal menggunakan gelombang kejut.
"Pengobatannya, hanya memakan waktu kurang lebih satu jam. Pasien, cukup berbaring. Nanti alat ESWA ini akan memancarkan gelombang kejut ke area tempat batu ginjalnya berada," jelas dia.
Sementara itu, Dokter Spesialis Urologi RS Siloam Purwakarta dr Jupiter Sibarani menuturkan, batu ginjal yang telah terpancar gelombang kejut tersebut akan hancur dan terbawa melalui urine dengan sendirinya.
"Dengan tindakan ini, luka dan rasa sakit nyaris tidak ada. Karna, batu akan keluar dengan sendirinya dan terbawa urine. Jadi, pasien tak perlu dilakukan tindakan rawat. Sehingga, biayanya juga lebih murah," jelas dia.
Namun demikian, lanjut dia, pasca tindakan ESWL pasien tetap harus melakukan kontrol untuk memastikan jika batu ginjal ang dideritanya sudah hancur atau hilang.
Dia menjelaskan, ginjal adalah organ tubuh yang berfungsi untuk membuang zat sisa dalam darah melalui urine. Batu ginjal sendiri, merupakan zat yang mengendap dan tidak bisa keluar. Penyakit ini, biasanya ditandai dengan dibagian pinggang dan nyeri saat buang air kecil.
"Batu ginjal tidak bisa dianggap remeh. Bila dibiarkan, akan menyumbat aliran urine. Dan terparah, bisa menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen (gagal ginjal)," pungkasnya.