Fakta Mengejutkan, Fidya Kamalindah Akui Sering Dibawa ke Dukun oleh Orang Tuanya Sebelum Tanding
Fidya mengaku bahwa orang tuanya memiliki kebiasaan mendatangi dukun dan melakukan ritual sebelum ia mengikuti pertandingan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Mantan atlet taekwondo nasional, Fidya Kamalindah, kembali mengungkapkan pengalaman masa lalunya yang penuh tekanan.
Setelah sebelumnya memberikan klarifikasi terkait kepergiannya dari rumah, kali ini Fidya mengungkap praktik yang dilakukan orang tuanya sebelum ia bertanding dalam kejuaraan taekwondo.
Fidya mengaku bahwa orang tuanya memiliki kebiasaan mendatangi dukun dan melakukan ritual sebelum ia mengikuti pertandingan.
Ia kerap dibawa ke dukun untuk menjalani berbagai ritual yang membuatnya merasa bingung dan tidak nyaman.
"Orang tua saya sangat suka datang ke dukun. Setiap kali saya mau bertanding, saya selalu dibawa ke dukun, dijampe-jampe, diminta minum air doa, hingga mandi bunga. Itu dilakukan setiap kali saya akan bertanding," ungkap Fidya.
Dirinya mengaku tidak memahami alasan di balik ritual tersebut dan merasa heran dengan perlakuan yang diterimanya.
"Saya sampai bingung, kenapa harus begini? Tapi justru saya yang dituduh terkena hal mistis, padahal tidak ada hal seperti itu."
Fidya juga menegaskan bahwa kepergiannya dari rumah bukan karena paksaan dari pihak lain, melainkan keputusan pribadi. Saat itu, ia merasa sudah cukup dewasa untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
"Saya pergi membawa mobil, membawa barang-barang saya sendiri atas dasar keinginan saya. Saat itu usia saya sudah 21 tahun dan saya merasa berhak untuk memilih hidup saya sendiri. Saya berani pergi karena sudah merasa lelah selama bertahun-tahun," jelasnya.
Lebih lanjut, Fidya menanggapi pernyataan orang tuanya yang menyebut bahwa ia harus bersyukur telah dibesarkan oleh mereka.
"Mereka bilang, 'Kamu harus bersyukur sudah dipelihara oleh kami'. Tapi siapa sebenarnya yang ingin dilahirkan di dunia ini?" ujarnya dengan nada penuh kekecewaan.
Selain masalah keluarga, Fidya juga mengungkapkan tekanan yang ia alami dalam dunia olahraga.
Ia menceritakan bahwa dirinya sempat dikirim ke Riau untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) bukan karena keinginannya sendiri, melainkan karena ambisi orang tuanya.
"Saya terbang ke Riau juga karena keinginan dan ambisi mereka. Saya harus ikut PON waktu itu. Setiap kali saya kalah dalam pertandingan, saya selalu mendapatkan tekanan fisik dan verbal," ungkapnya.
Situasi tersebut membuatnya bingung dan merasa tidak memiliki tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya.
"Saya bingung mau berbicara ke siapa. Saya merasa tertekan, tapi tidak tahu harus speak up ke siapa," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Seorang atlet taekwondo nasional asal Bandung, Jawa Barat, Fidya Kamalindah, dilaporkan telah menghilang secara misterius sejak tahun 2015.
Kabar ini kembali mencuat setelah video orang tuanya yang meminta bantuan untuk menemukan putri mereka menjadi viral di grup WhatsApp.
Editor : Firda Rachmawati

