Fisik Skuad Persib Bandung Mulai Digenjot
Fisik skuad Persib Bandung mulai digenjot pada sesi latihan yang digelar di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Rabu, 8 Oktober 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Fisik skuad Persib Bandung mulai digenjot pada sesi latihan yang digelar di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Rabu, 8 Oktober 2025.
Alhasil beberapa pemain Persib Bandung di antaranya tampak kewalahan. Bahkan sampai harus terkapar di tengah lapangan karena program yang diberikan sangat menguras energi.
Asisten pelatih Persib Bandung, Yaya Sunarya menjelaskan program peningkatan fisik itu harus dilakukan. Sebab timnya masih memiliki banyak waktu untuk menghadapi laga selanjutnya.
Sesuai jadwal, Persib Bandung akan menghadapi PSBS Biak pada lanjutan Super League 2025-2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 17 Oktober 2025.
“Relatif kita punya waktu 10 hari efektif, mulai start kemarin di hari Selasa, kemudian coach sudah membuat program sampai di masa persiapan ketika teman-teman dari Timnas datang. Ada beberapa schedule yang memang dari jadwal yang sudah kita buat akhirnya sedikit bergeser. Biasanya ada yang tadinya latihan pagi di tanggal 14, kemudian kita ganti menjadi 14 sore. Harapannya tentunya teman-teman yang dari Timnas bisa beradaptasi lagi dengan kita,” ujar Yaya usai memimpin sesi latihan.
Yaya memastikan program ini hanya untuk membantu memperbaiki kondisi fisik para pemainnya. Apalagi sebelumnya anak asuhnya ini mendapatkan jatah libur selama empat hari setelah bertanding di markas Bangkok United di Thailand di laga lanjutan AFC Champions League (ACL) Two 2025-2026.
“Jadi akan ada peningkatan kondisi fisik seperti yang barusan kita buat dengan metode fartlek, di sana ada speed endurance, kita buat agility, fitness dengan durasi 8 menit kali 2, tentunya aerobik endurance nya kita dapat,” tuturnya.
Menurutnya, program ini akan dilakukan secara kontinyu dan konsisten sehingga kondisi fisik para pemainnya tetap dalam keadaan prima ketika sudah dihadapkan dengan pertandingan.
“Beberapa pemain yang mengalami misalnya peningkatan, tentunya kita akan apresiasi, tapi pemain yang misalnya mengalami penurunan atau misalnya stuck disitu, kita akan motivasi mereka dan memberikan perhatian,” katanya.
Yaya menyatakan akan terus menekan para pemainnya agar bisa mencapai kondisi fisik ke 100 persen. Sebab apa yang terjadi di lapangan tentunya akan berbeda dua kali lipat seperti program yang selama ini diberikan.
“Makanya tentunya di setiap sesi latihan kita ngepush pemain kalau misalnya ada yang komen yang kurang kita harus paksa sampai 100 persen lebih itu harapannya, supaya mereka tahu bahwa challenge terbesar ketika dipertandingan, kita bantu support, kita ingetin mereka kita push lagi karena ini latihan, jadi kita harus buat seperti itu,” bebernya.
Sejauh ini, Yaya belum bisa menunjuk pemain yang memiliki kondisi fisik terbaik. Begitu juga pemain yang masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk ditingkatkan.
“Tentunya kita akan lihat melalui data catapult yang mereka pakai. Kalau misalnya ada peningkatan, tentunya kita akan apresiasi. Tentunya kita harus lihat dulu baru kita bisa bandingkan kemudian kita baru maintenance. Biasanya sore atau siang ini kita ada latihan gym, kita akan lihat datanya. Biasanya kalau bercandanya coach akan langsung (memukulnya), ‘kenapa datanya segini, nih lihat’. Biasanya kayak gitu,” jelasnya.
Yaya hanya berharap program yang diberikan ini membuat kondisi fisik para pemainnya meningkat. Sehingga Persib Bandung bisa menjalani setiap pertandingannya secara maksimal, baik di Super League maupun di ACL Two.
“Kita akan paksa meski ada pemain yang masih 40 persen misalnya. Kita juga lihat penampilannya yang misalnya seharusnya jogging, ini malah jalan. Disuruh nambah kecepatan, malah jogging. Dan kalau didata ternyata saat warming up cuma berapa ribu, lalu pindah ke latihan inti dia masih turun masih di bawah dengan yang lain, artinya mungkin belum siap di latihan pertama nih, Berarti ada apa. Kalau dari latihan oke misalnya, tetapi dari sisi kebugaran ternyata belum siap. Nah disitu kita buat secara persuasif,” pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

