Fisip UMC dan Tular Nalar Mafindo Gelar Sekolah Kebangsaan, Ajak Pemilih Pemula Tangkal Hoaks
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) bekerjasama dengan Tular Nalar Mafindo serta Google.Org menggelar Sekolah Kebangsaan bertajuk Waspada Hoaks Pemilu bagi Pemilih Muda, di Aula Masjid Raya UMC, Kamis,30 November 2023 lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Cirebon- Program Sekolah Kebangsaan tersebut diikuti sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dari tiga program studi di lingkungan Fisip UMC yakni Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Pemerintahan, dan Prodi D3 Hubungan Masyarakat.
Penanggung Jawab Program Sekolah Kebangsaan, Ida Ri'aeni mengungkapkan, kegiatan Program Sekolah Kebangsaan ditujukan untuk memberikan skill prebunking bagi pemilih pemula muda.
Prebunking merupakan proses membongkar kebohongan, taktik, atau sumber sebelum informasi keliru menyerang. Ketrampilan ini juga menjadi strategi untuk memerangi misinformasi online sebelum menyebar.
"Pemilu yang kian dekat pada Februari 2024 mendatang, memicu penyebaran informasi yang berlimpah bagi masyarakat. Info yang berkembang bisa jadi positif maupun negatif, ada yang pro maupun kontra. Dalam mengakses informasi tersebut, tentu perlu sikap cerdas, kritis dan cepat tanggap dalam memastikan kebenaran dan manfaat informasi yang beredar," ungkap Ida.
Dia mengatakan, Sekolah Kebangsaan merupakan bagian Program Tular Nalar 3.0 yang merupakan lanjutan dari Tular Nalar 2.0 dengan sasaran peserta yang berbeda.
"Sasaran peserta kali ini berbeda, progam Tular Nalar 2.0 sasaran peserta adalah siswa-siswi di wilayah kota dan kabupaten Cirebon, dan untuk program Tular Nalar 3.0 kami berfokus pada mahasiswa kami di lingkungan UMC yang merupakan pemilih muda," jelasnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat, Abdullah Sapi’i yang hadir dalam kegiatan menyampaikan apresiasnya terhadap Program Sekolah Kebangsaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat positif bagi pemilih muda karena informasi terkait waspada hoaks harus ditumbuhkan, termasuk juga sosialisasi berbagai tahapan pemilu.
"Saya sangat apresaisi atas terselenggaranya program Sekolah Kebangsaan Waspada Hoax Bagi Pemilih Muda ini, kegiatan yang sangat bagus di saat sebaran hoaks sangat massif di mana-mana. Kegiatan seperti ini memang harus diselenggarakan agar pemilih muda bisa bersikap cerdas jika ada kecurangan dalam pemilu, serta mengerti tahapan-tahapan dari pemilu,” ujar Abdullah.
Apresiasi juga disampaikan Dekan Fisip UMC, Subhan yang hadir sekaligus membuka kegiatan. "Sebaran hoaks yang sangat masif menjelang pemilu ini sangat menghawatirkan. Tentu, kegiatan ini sangat dibutuhkan untuk tindakan yang konsisten dan penuh komitmen dalam memajukan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis. Semuanya kita tujukan dalam upaya para pemilih muda mampu mencerna dengan baik setiap informasi yang didapat, terlebih hari ini era digital semakin pesat memudahkan akses informasi tersebar begitu cepat," ungkapnya.***
Editor : Ghiok Riswoto

