Yudisium FISIP UMC 2026, 195 Lulusan Siap Berkarya, KTW D3 Humas Capai 100 Persen
Yudisium FISIP UMC 2026 meluluskan 195 mahasiswa. Capaian kelulusan tepat waktu mencapai lebih dari 90 persen, termasuk 100 persen pada D3 Hubungan Masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHCIREBON.ID- Sebanyak 195 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Cirebon'>Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) resmi menyelesaikan tahapan akademik dalam Yudisium Tahun Akademik 2025–2026 yang digelar di Hotel Santika Cirebon, Sabtu (12/9/2026).
Para lulusan tersebut berasal dari Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, S1 Ilmu Pemerintahan, dan D3 Hubungan Masyarakat. Yudisium menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menutup perjalanan akademik sekaligus membuka babak baru menuju dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor I UMC Drs. Badawi, S.E., M.Si., Dekan FISIP Drs. H. Subhan, M.Si., Wakil Dekan FISIP H. Agus Rianto, M.Si., Kaprodi S1 Ilmu Komunikasi Ida Ri’aeni, S.Sos., M.I.Kom., Kaprodi S1 Ilmu Pemerintahan Sastra Abijaya, M.Si., serta Kaprodi D3 Hubungan Masyarakat Ahmad Yusron, S.Sos., M.Si., Hadir pula para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa peserta yudisium.
Yudisium FISIP UMC tidak hanya dimaknai sebagai seremoni kelulusan, tetapi juga menjadi refleksi atas proses panjang yang telah dilalui mahasiswa. Gelar akademik yang diperoleh menjadi bekal sekaligus tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
Komitmen FISIP UMC dalam mendukung mahasiswa menyelesaikan pendidikan tepat waktu tercermin dari capaian Kelulusan Tepat Waktu (KTW) yang berada di atas 90 persen pada seluruh program studi.
Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan mencatat 92 dari 97 mahasiswa atau 94,8 persen lulus tepat waktu. Sementara itu, Program Studi S1 Ilmu Komunikasi mencatat 94 dari 101 mahasiswa atau 93,06 persen lulus tepat waktu.
Capaian sempurna diraih Program Studi D3 Hubungan Masyarakat. Sebanyak 9 dari 9 mahasiswa atau 100 persen berhasil menyelesaikan studi tepat waktu.
Capaian tersebut menjadi gambaran kerja bersama antara mahasiswa, program studi, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga dalam mengawal proses pendidikan hingga tahap akhir.

Wakil Rektor I UMC, Badawi mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu merupakan hasil dari komitmen mahasiswa sekaligus dukungan ekosistem pendidikan yang dibangun bersama.
"Yudisium merupakan momentum penting yang menunjukkan bahwa proses pendidikan telah menghasilkan capaian akademik yang dapat dibanggakan. Tingginya kelulusan tepat waktu menunjukkan adanya komitmen mahasiswa, dukungan keluarga, serta kerja bersama program studi dan fakultas. Kami berharap capaian akademik ini dilanjutkan dengan prestasi dan kontribusi nyata ketika para lulusan kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.
Badawi mengingatkan, gelar akademik bukanlah tujuan akhir pendidikan. Para lulusan perlu terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, Dekan FISIP UMC, Subhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, serta dukungan berbagai pihak.
Subhan menegaskan, lulusan FISIP memiliki ruang kontribusi yang luas, mulai dari pemerintahan, komunikasi, kehumasan, organisasi, dunia usaha, hingga berbagai bidang kehidupan masyarakat.
Karena itu, lulusan diharapkan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga nilai etika, integritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab dalam menjalankan profesinya.
Sementara itu, Yudisium FISIP UMC Tahun 2026 juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa dengan capaian akademik terbaik dari masing-masing program studi.
Dari Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, penghargaan mahasiswa terbaik diberikan kepada Najmiyyatuts Tsuroya, dengan IPK 3,88. Dari Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan, penghargaan mahasiswa terbaik diraih Adilla Alifia dengan IPK 3,99.
Sementara itu, dari Program Studi D3 Hubungan Masyarakat, penghargaan mahasiswa terbaik diberikan kepada Shaffa Keysha Azahra dengan IPK 3,76. Selain penghargaan akademik, FISIP UMC memberikan apresiasi khusus sebagai Lulusan Terinspiratif kepada Rd. Sri Heviyana.
Penghargaan tersebut diberikan atas semangat, usaha, dan dedikasinya dalam menyelesaikan pendidikan di tengah perjalanan kehidupan yang tidak lagi berada pada fase usia mahasiswa pada umumnya.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa proses pendidikan tidak mengenal batas usia. Setiap orang memiliki kesempatan untuk terus belajar, berkembang, dan mencapai cita-cita.***
Editor : Ghiok Riswoto

