FISIP UMC Awali Program Abdimas 2026 di Kuningan dan Cirebon

FISIP UMC memulai Program Abdimas 2026 di Desa Trijaya dan Desa Slangit dengan fokus penguatan komunikasi pariwisata, budaya, dan UMKM berbasis digital.

FISIP UMC Awali Program Abdimas 2026 di Kuningan dan Cirebon
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) resmi memulai Program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Tahun 2026 melalui kegiatan sosialisasi di dua desa binaan, yakni Desa Trijaya, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, dan Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon. (Istimewa)

INILAHCIREBON.ID- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) resmi memulai Program Pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) Tahun 2026 melalui kegiatan sosialisasi di dua desa binaan, yakni Desa Trijaya, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, dan Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon.

Sosialisasi yang digelar pada 5 hingga 6 Juli 2026 tersebut menjadi tahapan awal sebelum pelaksanaan pendampingan masyarakat yang akan berlangsung hingga akhir Juli 2026.

Mengusung tema "Penguatan Komunikasi Pariwisata, Budaya, dan UMKM Berbasis Digital untuk Mendukung Pengembangan desa Berkelanjutan", program ini bertujuan mengembangkan potensi desa melalui pendekatan komunikasi, Literasi digital, serta pemberdayaan masyarakat.

Koordinator Program Abdimas FISIP UMC, Ida Ri'aeni, menjelaskan kegiatan diawali dengan survei lapangan dan pemetaan kebutuhan masyarakat pada 27 hingga 28 Juni 2026 agar program yang dijalankan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing desa.

"Melalui sosialisasi ini kami ingin memastikan seluruh program benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Abdimas bukan sekadar kegiatan mahasiswa di desa, tetapi proses pendampingan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam membangun potensi desa secara berkelanjutan," ujarnya.

Di Desa Trijaya, program difokuskan pada penguatan komunikasi potensi desa, promosi pariwisata dan budaya lokal, serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pemanfaatan media digital. Kegiatan tersebut didampingi dosen Yusuf Sapari, M.Si. dan Sastra Abijaya, M.Si. bersama 15 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi.

Sementara di Desa Slangit, pendampingan dilakukan oleh Agus Rianto, dan Ahmad Yusron, bersama 16 mahasiswa dengan fokus penguatan komunikasi desa, pemberdayaan UMKM, dan kolaborasi bersama pemerintah desa serta masyarakat.

Dekan FISIP UMC, Subhan mengatakan,  program Abdimas merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi dalam bidang Pengabdian kepada masyarakat.

"Kami berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat semakin kuat. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung, sementara desa mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan komunikasi pariwisata, budaya, dan UMKM berbasis digital secara berkelanjutan," katanya.

Program Abdimas FISIP UMC akan berlangsung hingga 31 Juli 2026 dengan berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan komunikasi, Literasi digital, produksi konten promosi desa, publikasi potensi lokal, hingga evaluasi program. Melalui kegiatan ini, FISIP UMC berharap mampu memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendorong pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.***


Editor : Ghiok Riswoto