FISIP UMC dan Botani MD 2 Malaysia Kerjasama Pengabdian Manajemen Bisnis
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menjalin kerjasama pengabdian masyarakat dengan perusahaan agro wisata kebun nanas di Kedah, Malaysia, Botani MD 2.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Cirebon- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menjalin kerjasama pengabdian masyarakat dengan perusahaan agro wisata kebun nanas di Kedah, Malaysia, Botani MD 2.
Kolaborasi kedua lembaga tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama, Rabu 12 Februari 2025. Tujuan kerjasama tersebut tak lain memberikan pendampingan dalam pengelolaan manajemen bisnis bagi para pelaku agro wisata.
Perwakilan dari Program Studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan, Drs. H. Subhan, M.Si, dan Prodi Ilmu Komunikasi, Ida Riaeni, S.Sos, M.I.Kom, hadir dalam kegiatan tersebut untuk melakukan sosialisasi serta diskusi mengenai pengelolaan usaha kebun nanas Botani MD 2 bersama dengan pemilik, Pak Cik Uzir bin Abdul Majeed.
Dalam kegiatan itu, juga hadir sejumlah dosen dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Muhammadiyah Dr. Hamka, Universitas Muhammadiyah Kalimantan, Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) Perlis, dan Universitas Utara Malaysia (UUM) Kedah.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMC, Ida Riaeni memberikan masukan tentang pentingnya pemanfaatan media sosial dan konten kreatif dalam mempromosikan produk-produk yang dihasilkan Botani MD 2.
"Produk olahan nanas seperti cold pressed/pure juice, es krim, kain serat nanas, kertas, dan lainnya, dapat lebih dikenal luas jika didukung dengan strategi pemasaran yang efektif melalui media sosial dan konten kreatif. Hal ini akan memperkenalkan produk MD 2 tidak hanya di Malaysia, tetapi juga di pasar internasional," ungkapnya.
Sementara Dekan FISIP UMC, Drs. H. Subhan, M.Si menyampaikan sejumlah hal mengenai pentingnya sinergi antara lembaga pemerintahan dan usaha agro wisata kebun nanas. Menurut Subhan, kolaborasi ini akan memperkuat sektor pariwisata dan pertanian yang berkelanjutan, serta membuka peluang bagi kedua negara dalam mengembangkan industri agro wisata.
Subhan berharap, diskusi dan kolaborasi yang berlangsung dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pelaku usaha dalam mengelola usaha pertanian dan industri wisata, baik di Indonesia maupun Malaysia. "Semoga adanya kegiatan ini diharapkan sektor agro wisata dapat berkembang lebih baik dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat kedua negara," pungkasnya. ***
Editor : Ghiok Riswoto

