Pembahasan Strategi Pengelolaan Jurnal Mahasiswa Turut Meriahkan Penyelenggaraan Silat APIK PTMA 2025

Dr. Fajar Junaedi hadir turut memberikan wawasan bagi para dosen dan pengelola program studi mengenai pentingnya jurnal sebagai wahana publikasi ilmiah mahasiswa, sekaligus strategi pengelolaannya agar memenuhi standar akademik yang kredibel pada kegiatan Silaturahmi Nasional Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APIK PTMA) 2025 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC)

Pembahasan Strategi Pengelolaan Jurnal Mahasiswa Turut Meriahkan Penyelenggaraan Silat APIK PTMA 2025
Salah satu sesi penting dalam rangkaian Silaturahmi Nasional Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APIK PTMA) 2025 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) adalah workshop bertema "Mengelola Jurnal Mahasiswa", yang disampaikan Dr. Fajar Junaedi.

INILAHCIREBON,Cirebon- Salah satu sesi penting dalam rangkaian Silaturahmi Nasional Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APIK PTMA) 2025 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) adalah workshop bertema "Mengelola Jurnal Mahasiswa", yang disampaikan  Dr. Fajar Junaedi.

Sesi ini membuka wawasan para dosen dan pengelola program studi mengenai pentingnya jurnal sebagai wahana publikasi ilmiah mahasiswa, sekaligus strategi pengelolaannya agar memenuhi standar akademik yang kredibel.

Dr. Fajar menekankan, tugas kuliah yang selaras dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dapat dioptimalkan sebagai konten ilmiah layak terbit, dengan catatan melalui proses review yang ketat dan penyuntingan yang baik.

Lebih lanjut, ia mendorong kerjasama antarperguruan tinggi, termasuk melalui forum-forum akademik dan konferensi, sebagai salah satu langkah memperkaya kualitas dan keberagaman naskah. "Jurnal mahasiswa bisa menjadi sumber ilmu yang kaya jika dikelola secara konsisten dan kolaboratif," ujarnya.

Namun, di balik peluang besar tersebut, Dr. Fajar juga mengulas sejumlah tantangan yang kerap dihadapi pengelola jurnal, seperti Naskah yang ditinggalkan oleh penulis setelah review, Permintaan fast track publikasi yang tidak sesuai prosedur, serta Kendala biaya Article Processing Charges (APC) yang tak jarang terbengkalai.

Menurutnya, solusi terhadap hambatan-hambatan ini perlu dibangun melalui peningkatan komunikasi antara penulis dan editor, serta peningkatan literasi publikasi di kalangan mahasiswa dan dosen pembimbing. 

"Kualitas jurnal bukan hanya ditentukan oleh pengelola, tapi juga oleh kesadaran dan tanggung jawab akademik para kontributornya," jelas Fajar.

Forum ini menjadi bagian dari rangkaian Silat APIK PTMA 2025 yang berlangsung selama tiga hari di UMC (22–24 Juni), dengan mengusung tema Digitizing Local Values: Culturally-Based Inclusive Communication Strategies in the Digital Transformation Era. 

Selain sesi pengelolaan jurnal, kegiatan juga mencakup seminar nasional, call for paper, pengabdian masyarakat, parade budaya, serta kompetisi mahasiswa tingkat nasional dan internasional.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UMC, Ida Ri’aeni, menyampaikan bahwa diskusi ini sangat relevan dengan upaya peningkatan mutu publikasi ilmiah di lingkungan kampus, termasuk pengelolaan jurnal mahasiswa yang berorientasi pada mutu dan keberlanjutan.

Sementara itu, Ketua APIK PTMA, Dr. Choirul Fajri, menyebut kegiatan ini sebagai ruang strategis untuk saling belajar antarprodi. "Pengelolaan jurnal bukan sekadar administratif, tapi bagian dari pengembangan ekosistem akademik yang sehat dan produktif," ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari lebih dari 20 perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, termasuk dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, UM Malang, UM Jakarta, UHAMKA, Universitas Ahmad Dahlan, UM Yogyakarta, hingga kampus di luar Jawa seperti UM Bengkulu, UM Makassar, dan UM Maluku Utara.

Dengan adanya forum ini, diharapkan pengelolaan jurnal mahasiswa di lingkungan PTMA dapat menjadi lebih sistematis, inklusif, dan berdampak luas bagi pengembangan ilmu komunikasi di Indonesia.***


Editor : Ghiok Riswoto