UMC Perkuat Jejaring Global, Ikuti Forum Internasional dan Wujudkan MoU Aspikom ACWA

UMC terus memperkuat jejaring akademik internasional. Upaya itu dilakukan melalui partisipasi aktif dalam implementasi kerja sama antara Aspikom dan ACWA.

UMC Perkuat Jejaring Global, Ikuti Forum Internasional dan Wujudkan MoU Aspikom ACWA
UMC mengikuti Global Virtual Roundtable bertema "AI in Education A Double-Edged Sword" yang diselenggarakan Washington University of Science and Technology (WUST), Amerika Serikat, bersama ACWA dan sejumlah mitra internasional. (tangkapan layar)

INILAHKORAN.ID - Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) terus memperkuat jejaring akademik internasional. 

Upaya itu dilakukan melalui partisipasi aktif dalam implementasi kerja sama antara Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) dan Association for Collaboration in Worldwide Academia (ACWA).

Salah satu bentuk implementasi kerja sama tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan UMC dalam Global Virtual Roundtable bertema "AI in Education A Double-Edged Sword" yang diselenggarakan Washington University of Science and Technology (WUST), Amerika Serikat, bersama ACWA dan sejumlah mitra internasional.

Forum yang mempertemukan akademisi dan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai negara itu membahas peluang, tantangan, serta strategi pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam dunia pendidikan tinggi.

UMC diwakili Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMC Subhan, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Ida Riaeni, serta dosen Hubungan Masyarakat sekaligus Gugus Kendali Mutu Fakultas (GKMF) FISIP UMC M Iqbal Manshur.

Subhan mengatakan, keikutsertaan dalam forum internasional tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat kolaborasi global.

"Forum ini memberikan kesempatan bagi kami untuk memahami perkembangan pemanfaatan AI di pendidikan tinggi sekaligus membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas," ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Partisipasi tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Aspikom dan ACWA yang sebelumnya dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Aspikom Anang Sujoko dan perwakilan ACWA Sukhrov Babaev menandatangani kesepakatan kerja sama yang membuka akses bagi 44 perguruan tinggi anggota Aspikom, termasuk UMC, untuk menjalin kemitraan dengan berbagai universitas internasional, khususnya di kawasan Asia Tengah.

Beberapa perguruan tinggi yang tergabung dalam jaringan ACWA antara lain Washington University of Science and Technology (WUST), Tashkent University, Zarmed University Uzbekistan, Esil University, Silk Road International University, Kokand State University, Asia International University, dan Samarkand International University of Technology.

Selain penandatanganan MoU, peserta juga memperoleh pemaparan mengenai peluang kolaborasi internasional yang disampaikan Bobur Sobirov, Ph.D., dari Samarkand International University of Technology. Dalam paparannya, ACWA diperkenalkan sebagai platform akademik global yang mendorong kerja sama pendidikan tinggi, riset kolaboratif, publikasi ilmiah, konferensi internasional, hingga pengembangan kapasitas akademik.

Melalui Global Virtual Roundtable, para peserta turut membahas pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, hingga tata kelola perguruan tinggi. Selain peluang peningkatan produktivitas akademik, diskusi juga menyoroti isu etika penggunaan AI, integritas akademik, serta kesiapan institusi pendidikan menghadapi transformasi digital.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UMC Ida Riaeni menilai, kolaborasi internasional menjadi kebutuhan penting bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.

"Melalui jejaring ini, kami memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan riset bersama, publikasi internasional, pertukaran akademik, dan program pengabdian masyarakat lintas negara," katanya.

UMC berharap keterlibatan dalam berbagai agenda internasional tersebut dapat memperkuat kapasitas akademik sivitas kampus, memperluas jaringan kerja sama global, serta mendukung upaya internasionalisasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan kemanfaatan bagi masyarakat.


Editor : Doni Ramdhani