KKM Universitas Muhammadiyah Cirebon Bantu Warga dengan Stiker Identitas Pengurus Lingkungan

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) 2025 membantu warga dengan menghadirkan inovasi sederhana berupa pemasangan stiker identitas di rumah Ketua RT, RW, dan Kadus Desa Tundagan, Kabupaten Kuningan.

KKM Universitas Muhammadiyah Cirebon Bantu Warga dengan Stiker Identitas Pengurus Lingkungan
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) Kelompok 5 menghadirkan inovasi sederhana yang tepat guna yakni mempermudah akses layanan masyarakat dengan memasang stiker identitas di rumah para pengurus lingkungan Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, Senin (25/8/2025).

INILAHKORAN.ID,Kuningan- Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) Kelompok 5 menghadirkan inovasi sederhana yang tepat guna yakni mempermudah akses layanan masyarakat dengan memasang stiker identitas di rumah para pengurus lingkungan Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, Senin (25/8/2025).

Stiker tersebut memuat nama, jabatan, dan nomor RT/RW yang ditempel di rumah Ketua RT, Ketua RW, serta Kepala Dusun. Dengan adanya penanda ini, warga tidak lagi kesulitan menemukan rumah pengurus saat membutuhkan layanan administrasi maupun keperluan koordinasi.

“Warga bisa langsung mengenali rumah pengurus tanpa harus bertanya atau kebingungan,” ujar penanggung jawab program, Rizqi Mubaarok.

Program yang diawali dengan perancangan desain stiker ini mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai keberadaan stiker sangat membantu mereka dalam mengurus kebutuhan administratif di lingkungan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM UMC, Ida Ri’aeni, S.Sos., M.I.Kom., mengapresiasi langkah kreatif mahasiswa. Menurutnya, inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa KKM tidak selalu harus berupa program besar, tetapi bisa hadir melalui solusi praktis yang memberi manfaat nyata.

“Program ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Inilah esensi KKM, bagaimana mahasiswa hadir memberikan solusi sesuai kebutuhan desa,” tuturnya.

Inisiatif mahasiswa ini diharapkan dapat memberi dampak jangka panjang, terutama dalam meningkatkan keteraturan administrasi dan komunikasi antara masyarakat dengan pengurus desa.***


Editor : Ghiok Riswoto