Fisip UMC Bersama Tular Nalar Mafindo Menggelar Sekolah Kebangsaan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) bersama Tular Nalar Mafindo serta Google.org menggelar kegiatan Sekolah Kebangsaan bagi kalangan pelajar di Kota Cirebon, sebagai bagian dari edukasi terkait Pemilu dan Demokrasi serta antisipasi hoaks di media sosial.

Fisip UMC Bersama Tular Nalar Mafindo Menggelar Sekolah Kebangsaan
Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Kota Cirebon Iid Anwar Hidayat menyampaikan sambutan pada acara Sekolah Kebangsaan di SMA Negeri 4 Kota Cirebon, Kamis 7 November 2024

INILAHKORAN,Cirebon- Jelang pelaksanaan Pilkada Serentak, 27 November 2024 mendatang, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) UMC bekerja sama dengan Tular Nalar Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) kembali menggelar acara Sekolah Kebangsaan.

Sekolah kebangsaan yang digelar dengan menyasar kalangan generasi muda agar fasih berdemokrasi, digelar di SMA Negeri 4 Kota Cirebon, Kamis, 7 November 2024.

Sebanyak 112 peserta gabungan dari lima sekolah di Kota Cirebon pun tampak antusias mengikuti acara Sekolah Kebangsaan yang juga mendapat dukungan dari google.org.

Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Kota Cirebon Iid Anwar Hidayat mengungkapkan, kegiatan Sekolah Kebangsaan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya berita hoax berkaitan dengan pilkada. 

Para peserta yang merupakan siswa SMA/sederajat diberi pemahaman seputar tahapan pilkada serentak sekaligus pelatihan untuk mengindera berita hoax yang beredar di media sosial. 

"Sebenarnya memang acara seperti Sekolah Kebangsaan oleh Tular Nalar MAFINDO dan Fisip UMC ini merupakan "core" kami di bidang komunikasi dan informatika. Apalagi mengingat anak-anak muda zaman sekarang sedari SD pun sudah memiliki media sosial, bukan tidak mungkin bahwa anak-anak kita ini malah termakan berita bohong yang banyak beredar, jadi saya rasa memang penting untuk melaksanakan kegiatan seperti ini," ungkap  Iid Anwar Hidayat.

Selaras dengan hal tersebut, PIC Japelidi UMC sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMC Ida Ri’aeni turut menyampaikan pentingnya kegiatan tersrbut.

Menurut Ida, Sekolah Kebangsaan oleh Tular Nalar Mafindo sangat penting untuk memberikan pemahaman tentang bahaya berita bohong di media sosial terkait politik, generasi muda harus fasih berdemokrasi dan pintar memilah berita Hoaks.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan sekolah kebangsaan uga inovatif. Peserta yang berjumlah 112 orang dibagi kedalam 10 kelompok kemudian setiap kelompok didampingi oleh 1 fasilitator. Hal ini dilakukan agar materi seputar pilkada serentak dan berita hoaks dapat tersampaikan dengan baik. 

Para peserta juga lebih leluasa untuk bertanya perihal materi yang disampaikan fasilitator. Selain itu di sela-sela acara juga diselingi dengan permainan kecil yang juga implementasi dari materi-materi yang diberikan. Hal tersebut yang membuat para peserta antusias mengikuti acara Sekolah Kebangsaan.

Para peserta pun tampak hidmat mengikuti berbagai sajian materi mulai dari kepemiluan, Demokrasi, menghindari hoaks dan waspada sanksi.***


Editor : Ardi