Forkopimda Tingkatkan Kesiapsiagaan Nataru, Tidak Ada Pesta Kembang Api DNA Konvoi Kendaraan

Forkopimda Kota Bogor mulai meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru 2024-2025) pada Minggu 22 Desember 2024. Jajaran Forkopimda mulai keliling ke Greja dan objek vital di wilayah Kota Bogor.

Forkopimda Tingkatkan Kesiapsiagaan Nataru, Tidak Ada Pesta Kembang Api DNA Konvoi Kendaraan

INILAHKORAN, Bogor - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Forkopimda Kota Bogor mulai meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru 2024-2025) pada Minggu 22 Desember 2024. Jajaran Forkopimda mulai keliling ke Greja dan objek vital di wilayah Kota Bogor.

Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, menyampaikan bahwa kemarin pihaknya sudah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 400.6/646/SJ. Ada delapan poin yang menjadi arahan dalam rangka mempersiapkan kesiapsiagaan untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru.

"Kedelapan poin ini meliputi, yang pertama adalah koordinasi bersama Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi potensi gangguan. Koordinasi ini sudah dilakukan bersama dengan unsur terkait, yaitu TNI/Polri, Kesbangpol, dan Satpol PP," ungkap Hery kepada wartawan.

Hery melanjutkan, poin kedua adalah pembentukan Desk Nataru untuk mengoordinasikan kesiapsiagaan sejak 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025. Bahwa forum Rakor ini adalah momen untuk memperkuat pembentukan Desk Nataru.  

"Pada poin ketiga, pentingnya pengendalian harga dan ketersediaan barang pokok, terutama memantau pasokan bahan pangan, mengendalikan inflasi, dan memanfaatkan program pasar murah untuk menjaga stabilitas harga," terang Hery.

Hery menjelaskan, pada poin keempat, penjagaan ketertiban sosial. Hery menegaskan pentingnya langkah strategis bersama TNI/Polri dan Satpol PP untuk menjaga ketertiban di tempat ibadah, objek wisata dan ruang publik lainnya.

"Selanjutnya, poin kelima adalah memastikan kesigapan pelayanan sarana dan prasarana transportasi pemudik untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan arus mudik. Beberapa hal tersebut menjadi fokus utama kami dalam menghadapi Nataru," jelas Hery.  

Hery menyoroti, pentingnya mitigasi bencana hidrometeorologi pada poin keenam, serta antisipasi dampak sosial pasca-pemilihan kepala daerah serentak pada poin ketujuh. 

"Terakhir, memastikan seluruh kesigapan akan dilaporkan secara berjenjang kepada Menteri Dalam Negeri," paparnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi memaparkan, langkah konkret yang telah diambil Pemkot Bogor. Ia melaporkan bahwa Pemkot telah rutin memantau harga 11 komoditas pangan di pasar utama dan pasar tradisional. Pemkot juga sudah melaksanakan Gerakan Pasar Murah (GPM) sebanyak 80 kali di enam kecamatan dan kegiatan ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2024.

"Bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG dalam kondisi aman hingga akhir tahun. Pemkot menerbitkan SE untuk mengimbau masyarakat agar berbelanja dengan bijak serta melarang pesta kembang api, petasan dan konvoi kendaraan selama perayaan Tahun Baru," tegasnya.


Editor : Ahmad Sayuti