Ulama dan Tokoh Masyarakat Datangi DPRD Jabar, Singgung Soal Dedi Mulyadi, Ada Apa?

Kunjungan audiensi para ulama ini disambut Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa Karya Guna, yang mana dinilainya sebagai bentuk upaya membangun sinergitas antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kondusivitas.

Ulama dan Tokoh Masyarakat Datangi DPRD Jabar, Singgung Soal Dedi Mulyadi, Ada Apa?

INILAHKORAN, Bandung - ulama dan tokoh masyarakat Jawa Barat mendatangi Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, belum lama ini.

Kunjungan audiensi mereka ini disambut Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa Karya Guna, yang mana dinilainya sebagai bentuk upaya membangun sinergitas antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kondusivitas.

Salah satu yang dibahas, mengenai Calon Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Dimana kata Buky, mantan Bupati Purwakarta tersebut memiliki latar belakang sebagai budayawan.

Sehingga memiliki kecenderungan menjunjung tinggi nilai budaya, dalam menghormati alam melalui proses upacara tertentu.

"Pandangan saya, misalnya menebang pohon yang sudah tua, pasti ada ritual tertentu dengan tujuan untuk menghormati mahluk hidup. Kang Dedi Mulyadi itu muslim dan pernah berhaji pula, In Syaa Allah tidak musyrik dan tidak syirik. Bahwa itu hanya sebatas menjalankan dan menghargai nilai luhur," kata Buky.

Kekhawatiran para ulama dan tokoh masyarakat Jabar ini kata dia, akan diperhatikan dan menjadi catatan dalam mengawal program pemerintah.

"Kami sangat menghormati kekhawatiran para ulama dan tokoh masyarakat Jawa Barat ini, sebagai aspirasi yang harus diakomodir dengan baik," ucapnya.

Perwakilan ulama Jawa Barat KH Syarif Hidayat menuturkan, pihaknya berharap kepada Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat terpilih agar Jawa bisa bersinergi, berkaloborasi dengan kekhasan bahwaJawa Barat adalah masyarakat yang religius.

"Apalagi sampai ada pro dan kontra antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Betapa indahnya kalau Islam itu menjadi landasan yang rahmatan lil alamin. Sehingga kami berharap lahirnya silaturahim bisa ditegakkan. Kita jauh dari pemusuhan dan jauh dari perlakuan dosa, dan para ahli ulama punya kepentingan untuk menjaga umat islam jangan terkontraminasi dengan virus-virus yang membahayakan,” harapnya.

Sejumlah isu yang menyeret Dedi Mulyadi diharapkannya hanya sebatas mitos semata, sehingga pihaknya mendorong agar mampu mewujudkan Jawa Barat bertauhid dengan masyarakat yang religius.

"Semoga ini menjadikan keharmonisan diantara para ahli ulama dengan masyarakat," tuturnya

Hal serupa dikemukakan ulama lainnya, Hidayatullah yang memberi pesan untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2025-2030, supaya memulai tugasnya memimpin dan mengurus masyarakat Jawa Barat yang teguh dan memegang prinsip agama Islam. Selain itu mengayomi keimanan dan ketaqwaan rakyatnya yang muslim dengan bimbingan para ulama.
Bahwa DPRD Jawa Barat sebagai representasi aspirasi dan keyakinan mayoritas Islam Jawa Barat kata dia, dengan etnis Sunda muslim harus berkomitmen memperkuat jatidiri yang beriman dan bertaqwa.

"Bahwa kami ulama dan tokoh umat Islam di Jawa Barat senantiasa akan mengawal setiap kebijakan politik kebudayaan dan keagamaan Pemerintaha Provinsi Jawa Barat, agar selaras dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam dan nilai- nilai kesundaan yang telah menjadi identitas yang terpadu-padan sehingga selaras dan harmonis mewujudkan Jawa Barat berkah," tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti