G20 EMPOWER Dorong Pertumbuhan Ketahanan Digital dan Keterampilan Perempuan

G20 EMPOWER Presidensi Indonesia mengusung tiga agenda utama. Pertemuan ketiga menandai penutupan rangkaian kegiatan.

G20 EMPOWER Dorong Pertumbuhan Ketahanan Digital dan Keterampilan Perempuan
G20 EMPOWER mendorong pertumbuhan ketahanan digital dan keterampilan perempuan.

 

INILAHKORAN, Bandung - G20 EMPOWER Presidensi Indonesia mengusung tiga agenda utama. Pertemuan ketiga menandai penutupan rangkaian kegiatan.

Chair G20 EMPOWER Yessie D Yosetya mengatakan, pihahnya melakukan percepatan kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan di sektor swasta. Diskusi kali ini fokus dalam mempromosikan poin terkait bagaimana membangun dan meningkatkan ketahanan dan keterampilan digital perempuan di publik.

“Nantinya, di hadapan para Menteri Pemberdayaan Perempuan dari seluruh negara anggota G20, kami ingin menunjukkan komitmen berkelanjutan dari G20 EMPOWER dalam membawa rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti sebagai bagian dari working group G20 Presidensi Indonesia,” kata Yessie, Kamis 28 Juli 2022.

Baca Juga: Tak Terima Bantuan Sepeserpun dari Pemda, Askab PSSI KBB Sebut Semua Kegiatan Bakal Jalan di Tempat

Menuruntya, kemajuan perempuan pada lapangan pekerjaan sektor digital di masa yang akan datang terhambat oleh dua tantangan utama, masing-masing terkait pendidikan dan lingkungan. Terkait Pendidikan, yaitu kurangnya keterwakilan perempuan di STEM (Science, Technology, Engineering, Math), kurangnya keterampilan digital, dan keterbatasan akses terhadap mentor dan inkubator.

Sementara itu, tantangan yang terkait terkait lingkungan, berupa infrastruktur digital yang tidak memadai, kurangnya contoh nyata, minimnya sumber pendanaan untuk mendatangkan peralatan digital, dan keterbatasan akses untuk memasuki lingkungan kerja digital.

"Latar belakang munculnya tantangan ini adalah prasangka dan bias sosial, kurangnya kepercayaan diri, dan tanggung jawab yang tidak setara. Oleh karena itu, kami meyakini bahwa dukungan dari pihak swasta, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya sangat dibutuhkan untuk membantu perempuan mencapai kesiapan digital," jelas Yessie.

Baca Juga: BP Jamsostek Berikan Manfaat Peserta Korban Kecelakaan Truk Pengangkut BBM di Cibubur

Sedangkan, Co-Chair G20 EMPOWER Rinawati Prihatiningsih menjelaskan, side event ketiga ini mengangkat tema terkait masa depan pekerja perempuan, termasuk akselerasi, peluang, hingga tantangan apa yang dihadapi perempuan di dunia kerja maupun bisnis.

Pertemuan ketiga ini sekaligus bertujuan memberikan pandangan mengenai bagaimana sektor swasta dan pemerintah dapat meningkatkan posisinya untuk mendukung, mempercepat, dan meminimalkan tantangan terkait posisi perempuan di dunia kerja khususnya pasca-Covid.

Baca Juga: Bangun Kemudahan Investasi, Bupati Subang Kolaborasi dengan Suryacipta

Terdapat dua topik utama yang dibahas pada side event ini, yaitu mengenai bagaimana meminimalkan kesenjangan gender dalam pemanfaatan digital, dan mengenai pemberdayaan perempuan dalam ekonomi di masa depan.

Pada pertemuan dengan sesi pembahasan tema mengenai bagaimana meminimalkan kesenjangan gender dalam pemanfaatan digital, dirangkum pembelajaran dan praktik terbaik tentang bagaimana sektor swasta dan pemerintah dapat mendukung meminimalkan kesenjangan gender digital di tempat kerja dan bisnis. (*)


Editor : inilahkoran