GBLA Bermasalah, Persib Pilih Kelola Jalak Harupat
Manajer tim Persib Bandung, Umuh Muchtar memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Kota Bandung untuk segera membereskan persoalan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Manajer tim Persib Bandung, Umuh Muchtar memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Kota Bandung untuk segera membereskan persoalan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Pasalnya kata Umuh Stadion yang terletak di Gedebage, Kota Bandung ini akan dikelola timnya dengan dijadikan sebagai markas kebesaran dari tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini.
"Kita sudah sangat serius untuk memperbaiki, mengurus GBLA. Kita akan jadikan lapang internasional seperti halnya di Eropa," ungkap Umuh di kediamannya Jalan Desa, Kiaracondong, Kota Bandung.
Umuh memastikan hanya akan memberikan waktu selama satu bulan kedepan kepada Pemkot Bandung agar segera menyelesaikan persoalan Stadion GBLA hingga bisa dikelola Persib. Jika tidak, Persib terpaksa mengelola Stadion si Jalak Harupat, milik Pemerintah Kabupaten Bandung.
"Kita berikan waktu Pak Wali Kota Bandung dan Pemkot satu bulan. Kalau satu bulan tidak ada jawaban, kami dari Persib kemungkinan ambil Jalak Harupat seperti yang ditawarkan Pak Bupati," tegasnya.
Bahkan Umuh menyebut Persib siap menggelontorkan dana ratusan milyar demi bisa mengelola Stadion si Jalak Harupat sebagai markas kebesaran timnya.
"Tapi kita kan dari Bandung. Maka selayaknya bermarkas di GBLA. Tapi sampai saat ini belum jelas," tuturnya.
Sebenarnya kata Umuh, Pemkot Bandung tidak akan mengalami kerugian dengan penyerahan Stadion GBLA kepada Persib. Apalagi tak murah mengeluarkan biaya untuk bisa memelihara Stadion bertaraf 38 ribu kursi penonton itu.
"Apa yang menjadi kerugian Pemkot bisa kita backup, cuma sampai sekarang belum selesai dengan PT Adikarya. Nah ini sampai dimana dan sampai kapan. Saya beri waktu, kalau satu bulan tidak ada jawaban ya mending GBLA dibongkar saja lah, jual saja besinya biar jadi uang," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)
Editor : Bsafaat

