Gembyung Hampir Punah, Disbudpar Cirebon Kenalkan Kembali kepada Generasi Muda
Disbudpar Kabupaten Cirebon kembali menampilkan kesenian Gembyung yang disebut hampir punah dalam kegiatan Lomba Baca Puisi Bahasa Cirebon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon menyebut Kesenian Tradisional Gembyung berada dalam kondisi yang membutuhkan perhatian serius.
Berdasarkan catatan Disbudpar Kabupaten Cirebon, keberadaan kesenian Gembyung saat ini hampir punah.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Disbudpar Kabupaten Cirebon kembali menampilkan kesenian Gembyung di hadapan generasi muda dalam rangkaian Lomba Baca Puisi Bahasa Cirebon di halaman Museum Cakrabuana, Kamis 1 Oktober 2026.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cirebon, R. Moh. Al Bana mengatakan, Gembyung merupakan salah satu kesenian tradisional asli Kabupaten Cirebon yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.
“Kita akan menyaksikan kesenian Gembyung yang merupakan kesenian tradisional asli Kabupaten Cirebon, yang memang menurut catatan kami hampir punah. Sehingga pada ajang ini kita tampilkan, kita perkenalkan kepada adik-adik selaku generasi muda,” kata Al Bana.
Selain Gembyung, Disbudpar Kabupaten Cirebon juga menampilkan kesenian Tarling Klasik sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kembali seni tradisional Cirebon kepada para pelajar.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 pelajar SMA se-Kabupaten Cirebon mengikuti Lomba Baca Puisi Bahasa Cirebon.
Para peserta membacakan puisi menggunakan bahasa Cirebon sekaligus menunjukkan kemampuan dalam mengekspresikan sastra daerah.
Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon Fajar Sutrisno melalui Sekretaris Disbudpar Juju Juhariah mengatakan, bahasa Cirebon merupakan bagian dari kekayaan budaya sekaligus identitas masyarakat yang perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Bahasa Cirebon merupakan bagian dari kekayaan budaya dan jati diri masyarakat Cirebon yang perlu terus dikenalkan, dicintai, dan dilestarikan, khususnya oleh generasi muda,” ujar Juju.
Menurutnya, puisi dapat menjadi salah satu media untuk mendekatkan pelajar dengan bahasa dan sastra daerah.
“Melalui puisi, para pelajar tidak hanya belajar menggunakan bahasa Cirebon, tetapi juga belajar menghayati, mengekspresikan, dan menghargai keindahan bahasa serta sastra daerah,” katanya.
Disbudpar berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kebanggaan terhadap kebudayaan daerah.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi para peserta untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan rasa bangga terhadap bahasa serta kebudayaan Cirebon,” ujarnya.
Di sela kegiatan, peserta, guru pendamping, dan pengunjung juga mengunjungi Pameran Koleksi Museum Pangeran Cakrabuana.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Disbudpar Kabupaten Cirebon memperkenalkan bahasa, sastra, kesenian tradisional, serta koleksi sejarah kepada generasi muda.***
Editor : JakaPermana

