Klasa Cirebon Perkuat Literasi dan Numerasi Siswa SD, Disdik Siapkan Tiga Program

Pemkab Cirebon mengembangkan Klasa Cirebon untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa SD melalui klinik baca, gerakan satu minggu satu buku, dan Simerak.

Klasa Cirebon Perkuat Literasi dan Numerasi Siswa SD, Disdik Siapkan Tiga Program
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon Ronianto saat memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat. ANTARA

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten Cirebon mengembangkan program Klasa Cirebon untuk memperluas pembelajaran literasi dan numerasi siswa sekolah dasar (SD). Program ini dijalankan melalui kegiatan membaca, pengembangan kreativitas, dan pendampingan belajar.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon Ronianto mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya daerah dalam meningkatkan kemampuan dasar siswa melalui kegiatan yang diterapkan langsung di lingkungan sekolah.

Ia menyebutkan, Klasa Cirebon memiliki tiga kegiatan utama, yakni klinik baca, gerakan satu minggu satu buku, dan Simerak yang menjadi wadah bagi siswa untuk menghasilkan berbagai karya.

"Untuk menguatkan literasi dan numerasi, kami memiliki program Klasa Cirebon yang mencakup tiga kegiatan," katanya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (7/11/2026).

Menurut Ronianto, pelaksanaan program tersebut menjadi bagian dari upaya Disdik Kabupaten Cirebon dalam menerapkan praktik pembelajaran yang mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar.

Asesmen Guru Jadi Perhatian

Sementara itu, Provincial Manager INOVASI Jawa Barat Agnes Widyastuti menuturkan, pihaknya menemukan sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di Kabupaten Cirebon.

Salah satu temuan berkaitan dengan konsistensi guru dalam melakukan asesmen kemampuan siswa dan menerapkan strategi pembelajaran. Kedua aspek tersebut dinilai penting dalam pengembangan literasi dan numerasi.

Menurut Agnes, peningkatan kualitas pembelajaran perlu didukung kemampuan guru dalam mengidentifikasi tingkat pemahaman siswa serta menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan mereka.

“Hal itu ternyata belum cukup konsisten, baru sekitar 50 persen yang melakukan," ujarnya.

Ia menuturkan, temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki penerapan pembelajaran berdasarkan kemampuan dan kebutuhan masing-masing siswa.

Pendidikan Jadi Wadah Perubahan Perilaku

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kabupaten Cirebon Dangi mengatakan, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran dan perilaku masyarakat melalui lingkungan sekolah.

Atas dasar tersebut, pihaknya mendukung berbagai inisiatif positif, salah satunya edukasi perubahan iklim melalui sekolah. Menurutnya, pemahaman mengenai persoalan lingkungan perlu diperkenalkan sejak dini kepada peserta didik.

"Pendidikan adalah sektor termudah untuk membangun kesadaran masyarakat. Sekolah menjadi wadah yang sangat strategis untuk mendorong perubahan perilaku," katanya.

Melalui program Klasa Cirebon dan berbagai inisiatif pendidikan lainnya, Pemkab Cirebon berharap kualitas pembelajaran dasar semakin meningkat, sekaligus membangun kesadaran siswa terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.


Editor : Ahmad Sayuti