Gempa di Kertasari, Guru Evakuasi Anak-anak, Dua Anak Luka Akibat Pecahan Kaca Jendela Sekolah

Bencana gempa yang terjadi di Kecamatan Kertasari mengakibatakan dua orang siswa SDN Ciakar Desa Cihawuke mengalami luka-luka akibat terkena pecahan kaca jendela. Bangunan sekolah tersebut pun rusak dan nyaris roboh.

Gempa di Kertasari, Guru Evakuasi Anak-anak, Dua Anak Luka Akibat Pecahan Kaca Jendela Sekolah
Para penghuni sekolah berhamburan keluar ruangan, jerit tangis membuat suasana semakinen mencekam. Dari dalam kelas 6 diketahui ada dua orang anak yang terluka kena pecahan kaca jendela. Di tengah kenanikan, ia dan para guru lainnya berusaha mengevakuasi anak-anak ke ruang terbuka. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN, Soreang - Bencana gempa yang terjadi di Kecamatan Kertasari mengakibatakan dua orang siswa SDN Ciakar Desa Cihawuke mengalami luka-luka akibat terkena pecahan kaca jendela. Bangunan sekolah tersebut pun rusak dan nyaris roboh.

Rulah Chandra Gumilar (33) guru kelas 5 SDN Ckakar menceritakan saat terjadi gempa pada pukul 09.41 WIB tadi pagi menimbulkan kepanikan terjadi di sekolah itu. 

Para penghuni sekolah berhamburan keluar ruangan, jerit tangis membuat suasana semakinen mencekam. Dari dalam kelas 6 diketahui ada dua orang anak yang terluka kena pecahan kaca jendela. Di tengah kenanikan, ia dan para guru lainnya berusaha mengevakuasi anak-anak ke ruang terbuka.

"Tembok ruang kelas retak-retak dan nyaris rubuh. Bahkan, kaca banyak yang pecah dan melukai dua orang murid kelas 6 yang duduk dekat jendela. Kami langsung mengevakuasi semua siswa ke ruang terbuka," kata Rulan.

Menurut Rulan, anak-anak yang panik dan menangis histeris itu dikumpulkan di area terbuka di lingkungan sekolah. Mereka ditenangkan agar tidak terus-terusan panik dan histeris. Kemudian pihak sekolah menghubungi orang tua mereka agar menjemput anaknya masing-masing. Sedangkan dua orang a anak kelas 6 yang luka ringan akibat kena pecahan kaca telah dibawa ke klinik kesehatan. 

"Saya belum bisa pulang ke rumah sampai orang tua mereka datang menjemput. Kemudian, saya pulang ke rumah yang jaraknya sekitar 5 KM dari SDN Ciakar," ujarnya.

Sepanjang perjalanan pulang, kata Rulan, ia melihat kerusakan di sana-sini. Banyak bangunan rumah di Desa Cihawuk yang rusak. Dengan tingkat kerusakan beragam, dari yang sedang ringan hingga berat dan rata dengan tanah. 

"Saya ngajar di Desa Cihawuk, kalau rumah di Desa Cikembang. Sepanjang perjalanan pulang saya sedih melihat banyak rumah rusak, terutama rumah-rumah tua, tapi ada juga bangunan yang baru juga tapi rusak parah. Bahkan,saya lihat bangunan Puskesmas Kertasari juga rusak," katanya.

Rulan bersyukur rumah miliknya yang ia tempati bersama istri dan dua orang anaknya tidak mengalami kerusakan berarti. Namun, rumah ibunya yang tak jauh dari rumahnya mengalami kerusakan lumayan parah. Dinding retak, genting berterbangan. Di dalam rumah ibunya itu, ia melihat perabotan rumah berantakan dimana-mana. 

"Alhamdulilahnya keluarga kami selamat tidak mengalami luka apapun. Menurut informasi yang beredar dimasyarakat, katanya ada beberapa orang korban luka-luka," katanya.


Editor : Doni Ramdhani