Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Palu dan Sigi Sulawesi Tengah, Warga Dibuat Panik

Gempa hari ini Magnitudo 6,8 guncang Palu & Sigi, Sulawesi Tengah. Cek parameter kedalaman, koordinat resmi BMKG, dan info kepanikan warga di sini.

Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Palu dan Sigi Sulawesi Tengah, Warga Dibuat Panik
Gempa bumi guncang Palu

INILAHKORAN.ID - Guncangan gempa bumi berkekuatan besar melanda wilayah Sulawesi Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya pada Selasa 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB.

​Berdasarkan rekaman data awal yang dirilis oleh BMKG, guncangan kuat ini berpusat di wilayah daratan dekat Kabupaten Sigi namun getarannya terasa sangat signifikan hingga ke Kota Palu, memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga setempat.

​Pusat Gempa Berada di Timur Laut Sigi

​Menurut data spesifik seismologi BMKG, episenter gempa bumi hari ini terletak pada koordinat geografis 1.05 Lintang Selatan (LS) dan 120.18 Bujur Timur (BT).

​Secara administratif, pusat gempa terdeteksi berada di jarak 49 kilometer Timur Laut Sigi, Sulawesi Tengah. Yang perlu diwaspadai, gempa ini tergolong ke dalam klasifikasi gempa bumi dangkal dengan kedalaman hiposenter hanya sejauh 10 kilometer di bawah permukaan bumi.

​Berikut adalah ringkasan parameter gempa bumi Sulawesi Tengah dari data BMKG:

​Kekuatan Guncangan: Magnitudo 6,8

​Waktu Kejadian: Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10:27:44 WIB

​Lokasi Koordinat: 1.05 LS - 120.18 BT

​Pusat Gempa: 49 km Timur Laut Sigi, Sulawesi Tengah

​Kedalaman Gempa: 10 Kilometer

​Detik-Detik Kepanikan Warga Terekam Kamera

​Sesaat setelah guncangan keras terjadi, sejumlah video amatir yang direkam oleh warga langsung beredar luas dan viral di berbagai platform media sosial. Video-video tersebut memperlihatkan kepanikan warga yang berhamburan keluar dari rumah, ruko, dan gedung perkantoran guna menyelamatkan diri ke area terbuka.

​Hingga saat ini, pihak berwenang setempat maupun BPBD masih melakukan monitoring lapangan guna mendata potensi kerusakan infrastruktur maupun korban dampak dari gempa dangkal tersebut.


Editor : Firda Rachmawati