Geopolitik Dunia Memanas, Panglima TNI: Perdamaian Butuh Kesiapan Perang
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengingatkan dinamika geopolitik global tengah berada pada fase yang tidak stabil, sehingga kesiapsiagaan pertahanan menjadi keharusan bagi Indonesia
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengingatkan dinamika geopolitik global tengah berada pada fase yang tidak stabil, sehingga kesiapsiagaan pertahanan menjadi keharusan bagi Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam amanat saat menutup Dikreg LIV Sesko TNI di Bandung.
Ia merujuk sebuah prinsip klasik militer, “Si Vis Pacem Para Bellum”, yang berarti jika ingin damai maka bersiaplah untuk perang. Menurutnya, ungkapan itu tidak pernah kehilangan relevansi.
“Potensi konflik antarnegara selalu ada. Perang bisa meletus kapan saja. Karena itu, kesiapan pertahanan mutlak diperlukan. Kita ingin damai, tapi kita harus siap menghadapi segala kemungkinan,” tegasnya.
Agus menyinggung serangkaian konflik internasional yang memperlihatkan eskalasi ancaman terhadap stabilitas global, mulai dari perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung berakhir, konflik kemanusiaan di Gaza, hingga krisis di negara-negara Afrika seperti Sudan, Libya, dan Ethiopia.
Situasi ini menurutnya menjadi pengingat bahwa Indonesia tak boleh lengah dalam menjaga kedaulatan wilayah, baik di darat, laut, maupun udara.
Selain kesiapan sumber daya manusia, Agus menekankan pentingnya penguatan Alutsista yang sejalan dengan perkembangan teknologi militer terbaru. Ia menyebut perwira lulusan Sesko TNI harus memiliki pemahaman strategis, berpikir adaptif, dan mampu berkolaborasi lintas matra.
Agus juga menegaskan bahwa TNI tetap memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional. Ia mencontohkan beberapa tugas prioritas yang harus dikawal jajaran TNI, seperti swasembada pangan, Koperasi Merah Putih, Satgas Program Keluarga Harapan, dan Satgas Darurat Jembatan.
“TNI ada untuk rakyat. Kita menjaga kedaulatan dan pada saat yang sama membantu percepatan pemerataan pembangunan,” ujar Agus.
Ia berharap seluruh lulusan mampu menjalankan fungsi pertahanan dengan tetap memegang teguh nilai kemanusiaan dan profesionalisme militer.
Editor : Ahmad Sayuti

