Gubernur Kaltim Disorot Lagi: Dari Mobil Mewah hingga Renovasi Rumah Dinas Rp25 M

Berikut rentetan kontroversi yang dilakukan Gubernur Kaltim, mulai dari mobil mewah hingga rumah dinas.

Gubernur Kaltim Disorot Lagi: Dari Mobil Mewah hingga Renovasi Rumah Dinas Rp25 M
Kontroversi Gubernur Kaltim yang jadi sorotan publik

INILAHKORAN.ID - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, kembali menjadi sorotan publik yang muncul lagi dengan kontroversinya. 

Setelah sempat menuai polemik soal pengadaan mobil dinas mewah, kini perhatian masyarakat beralih ke anggaran renovasi rumah jabatan yang nilainya mencapai lebih dari Rp25 miliar.

Mobil Dinas Mewah Berujung Pembatalan

kontroversi pertama muncul saat Rudy Mas’ud dikritik karena pengadaan mobil dinas jenis Range Rover senilai Rp8,5 miliar. 

Kebijakan ini dinilai tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat, terutama di tengah persoalan infrastruktur dan kemiskinan di beberapa wilayah Kaltim.

Gelombang kritik publik yang masif, termasuk sorotan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuat rencana tersebut akhirnya dibatalkan. Rudy pun menyampaikan permintaan maaf dan mengembalikan kendaraan tersebut ke pihak penyedia.

Disusul Polemik Anggaran Rumah Dinas

Belum reda isu tersebut, kini muncul polemik baru terkait anggaran renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur yang mencapai lebih dari Rp25 miliar.

Sejumlah item pengadaan ikut disorot, mulai dari:

Videotron bernilai ratusan juta rupiah

Furnitur ruang kerja bernilai hampir Rp1 miliar

Peralatan dapur hingga fasilitas olahraga

Besarnya anggaran ini memicu tuntutan transparansi dari publik, yang mempertanyakan urgensi dan prioritas penggunaan dana daerah.

Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa rumah jabatan tersebut sudah lama tidak ditempati sehingga membutuhkan perbaikan besar. Ia juga menegaskan seluruh proses telah melalui persetujuan DPRD dan sesuai prosedur yang berlaku.

Isu Lain: Dinasti Politik hingga Gaya Hidup

Selain dua isu utama tersebut, sejumlah kontroversi lain turut menyeret nama Rudy Mas’ud, di antaranya:

Dugaan dinasti politik: Penempatan keluarga atau kerabat dalam tim ahli yang jumlahnya mencapai puluhan orang.

Intimidasi terhadap wartawan: Asisten pribadi gubernur disebut melakukan tindakan intimidatif saat peliputan.

Sorotan gaya hidup keluarga: Penampilan istri gubernur, Syarifah Suraidah, yang dianggap mewah juga menjadi perbincangan publik.

Rencana pergantian direksi Bankaltimtara: Usulan pergantian Dirut sebelum masa jabatan berakhir dinilai sebagian pihak bernuansa politis.


Editor : Firda Rachmawati