INILAH, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong inklusi keuangan. Langkah tersebut disambut positif Gubernur Jabar.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengemukakan, tingkat insklusi keuangan di Jabar harus tinggi. Sebab, perputaran uang di daerah penyangga ibu kota negara ini relatif tinggi.
"Harapannya, jangan ada lagi warga Jabar yang tertipu organisasi investasi bodong dan fintech yang tidak kredibel. Formatnya, nanti berupa bank wakaf mikro. Sumber dana dari sejumlah donatur dan filantropi itu nantinya disalurkan ke pelosok. Pinjaman yang diberikan sekitar Rp1-3 juta yang nantinya jufa disinergikan denan kredit mesra," jelasnya di sela-sela serah-terima Kepala OJK Kantor Regional 2 Jabar, Senin (21/11/2018).
Pria yang akrab disapa Emil itu pun menegaskan dalam waktu dekat ini akan ada pendirian bank wakaf mikro di masjid. Namun, lokasinya masih dalam tahap penggodokan. Dengan adanya bank wakaf mikro di masjid itu nantinya sekitar 500 jamaah bisa mengelola pinjaman dengan konsep inklusif keuangan yang lebih terjangkau.
Selain memperluas akses keuangan, Emil menyebutkan para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) itu akan dibekali pelatihan ekonomi. Mereka yang mendapatkan pelatihan itu diharapkan bisa mengelola aspek keuangan masyarakat.
Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan aksesibilitas masyarakat kepada lembaga jasa keuangan.
Wimboh mewanti-wanti kepada kepala Kantor Regional 2 Jabar yang baru dilantik untuk terus mengedukasi masyarakat. Setidaknya, masyarakat memahami setiap produk keuangan beserta risikonya. Sehingga, ke depan tidak ada lagi kasus masyarakat tertipu investasi bodong.
Dia menegaskan, untuk masyarakat kecil pihaknya gencar mendirikan lembaga bank wakaf atau lembaga keuangan mikro syariah (LKMS).
Pendirian tersebut ditujukan untuk pengembangan ekonomi syariah serta mengatasi ketimpangan dan kemiskinan di masyarakat. Di Jabar, diakuinya terdapat tujuh bank wakaf yang lokasinya berada di sejumlah pondok pesantren.
"Pendirian bank wakaf ini akan tetap dilakukan. Kalau dulu masuk ke pontren, nantinya akan masuk ke wilayah masjid," ucapnya seraya menyebutkan langkah ini akan disinergikan dengan Pemprov Jabar.