Guru SLB Subang Wakili Jabar Ajang Pemuda Pelopor Nasional

Adistyana Pitaloka seorang guru pengajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Subang telah mengharumkan Kabupaten Subang dengan prestasinya sebagai pemuda pelopor tingkat Jawa Barat. Sukses dengan raihan tersebut Adistyana juga didapuk turut serta pada pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional.

Guru SLB Subang Wakili Jabar Ajang Pemuda Pelopor Nasional

INILAH, Subang,- Adistyana Pitaloka seorang guru pengajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Subang telah mengharumkan Kabupaten Subang dengan prestasinya sebagai pemuda pelopor tingkat Jawa Barat. Sukses dengan raihan tersebut Adistyana juga didapuk turut serta pada pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional.

Para juri datang langsung ke tempat mengajar Adis sapaan akrab dari Adistyana Pitaloka di SLB Negeri Subang Kelurahan Karang Anyar Subang, Kamis (12/9)

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, turut hadir dan menyambut kedatangan dari tim juri Kemenpora tersebut didampingi dari jajaran Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang, para pengurus SLB Negeri Subang dan para pengajar SLB Negeri Subang.

Agus Masykur Rosyadi pun tak luput merasa bangga dan mengapresiasi seorang anak Subang menjadi Pemuda pelopor untuk mewakili Kabupaten Subang dan Jawa Barat menjadi Pemuda Pelopor Tingkat Nasional.

"Ini merupakan sebuah kebanggan karena Adis yang merupakan guru SLB Negeri Subang memiliki talenta dan inovasi. Mudah-mudahan dengan dijadikannya seorang kader pemuda bisa menjadi pelopor dan kedepannya bisa menularkan kepada anak-anak Subang mampu dan hebat untuk memberikan inovasi yang terbaik," ungkap Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi.

Meurutnya, pemerintah  akan support terhadap talenta dan inovasinya dari prestasi yang didapat Adis. "Kita bahkan tidak sadar bahwa karya-karya anak SLB yang dibina Adis sering dipakai atau ditampilkan untuk kegiatan pemerintah daerah bahkan event lainnya dengan menampilkan berbagai pentas seni dan kebudayaan yang diperankan anak-anak yang memiliki keterbelekangan mental," tambahnya.

Agus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memiliki kepedulian terhadap disabilitas karena dibalik kekurangan mereka punya kelebihan. Menurut Agus, dengan terobosan para pengajar di SLB Negeri Subang, anak-anak tunanetra, tunarungu bahkan autis  mampu melakukan gerakan-gerakan tarian yang baik  seperti layaknya orang normal  sehingga mampu memberikan tampilan hiburan kepada masyarakat.

"Inovasi tersebut sangat bagus dan diharapkan bisa ditiru dan dilakukan di SLB lainnya sehingga anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus merasa merasa mampu melakukannya seperti anak-anak normal," pungkasnya.(ghi)

 


Editor : Ghiok Riswoto