Haji Isam Bantah Cawe-Cawe dalam Pencalonan Mentan Amran Jadi Ketum PPP

Pengusaha nasional Haji Andi Syamsuddin Arsyad, yang akrab disapa Haji Isam, secara tegas membantah keterlibatannya dalam dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Haji Isam Bantah Cawe-Cawe dalam Pencalonan Mentan Amran Jadi Ketum PPP
Haji Isam Bantah Cawe-Cawe dalam Pencalonan Mentan Amran Jadi Ketum PPP

INILAHKORAN, Bandung – Pengusaha nasional Haji Andi Syamsuddin Arsyad, yang akrab disapa Haji Isam, secara tegas membantah keterlibatannya dalam dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Terutama terkait isu pencalonan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, sebagai calon Ketua Umum PPP menjelang muktamar partai yang direncanakan digelar pada September 2025 mendatang.

Pernyataan ini disampaikan Haji Isam untuk menepis pemberitaan yang menyebut dirinya "cawe-cawe" atau ikut campur dalam memuluskan langkah politik Amran. Menurutnya, keikutsertaan Amran dalam bursa calon ketua umum merupakan bentuk ekspresi hak politik yang sah dan pribadi.

“Itu haknya Pak Amran. Saya tidak tahu menahu soal itu,” ujar Haji Isam seperti dikutip dari RRI.co.id.

Haji Isam juga membantah kabar bahwa dirinya tengah menunggu restu dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil alih PPP, sebagaimana sempat diberitakan oleh beberapa media. Ia menegaskan bahwa tuduhan semacam itu sama sekali tidak berdasar.

“Saya tidak tahu,” tegasnya singkat.

Lebih lanjut, Haji Isam juga menolak isu yang menyebut dirinya pernah bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, usai Pemilu 2024.

Isu itu menyebutkan bahwa Mardiono sempat menawarkan posisi strategis kepada Haji Isam untuk mengambil alih PPP. Namun, sekali lagi, pengusaha asal Kalimantan Selatan itu membantah keras.

“Tidak pernah dan saya tidak tahu menahu soal itu,” ujarnya lagi, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berada dalam pusaran politik partai berlambang Ka'bah tersebut.

Menanggapi isu yang terus berkembang, Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy alias Rommy, turut angkat bicara. Ia membantah segala tudingan yang mengaitkan Haji Isam dengan rencana akuisisi PPP.

“Tidak ada sama sekali upaya Haji Isam untuk mengakuisisi PPP,” kata Rommy, menegaskan bahwa partainya tetap independen dalam menentukan arah dan kepemimpinan masa depan.

Menurut Rommy, munculnya nama Amran Sulaiman sebagai salah satu kandidat Ketua Umum adalah hasil diskusi internal yang didasarkan pada kapasitas, kapabilitas, dan ketokohan Amran sebagai figur nasional. PPP, kata dia, tengah mencari tokoh yang dinilai mampu mewakafkan waktu, tenaga, dan sumber dayanya demi membesarkan kembali partai warisan 5 Januari 1973 itu.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan