Diusulkan Jokowi dan Didukung Rommy, Amran Sulaiman Dinilai Layak Pimpin PPP?
Ketua Majelis Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP), M. Romahurmuziy atau yang akrab disapa Gus Rommy, menyatakan bahwa nama Amran Sulaiman kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk menduduki posisi Ketua Umum PPP.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Ketua Majelis Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP), M. Romahurmuziy atau yang akrab disapa Gus Rommy, menyatakan bahwa nama Amran Sulaiman kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk menduduki posisi Ketua Umum PPP.
Pernyataan tersebut didasari atas hasil diskusi intens dengan mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), yang juga menyuarakan dukungan terhadap mantan Menteri Pertanian itu.
"Beberapa kali diskusi saya dengan pak Jokowi, termasuk yang di Solo, memang salah satu sebab mengapa kemudian semakin fokus nama Pak Amran karena Pak Jokowi tahu persis kualitas dan totalitas Pak Amran jika diberikan sebuah amanah," ujar Rommy seperti dikutip dari ANTARA.
Rommy menyebut bahwa Amran Sulaiman memiliki seluruh kriteria yang dibutuhkan untuk membawa PPP kembali menjadi kekuatan politik yang signifikan.
Dari segi ketokohan, Amran dikenal sebagai figur pekerja keras dan loyal terhadap tanggung jawab yang diemban, terbukti dari keberhasilannya menakhodai Kementerian Pertanian pada masa pemerintahan Presiden Jokowi dan kini kembali dipercaya di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Lebih jauh, latar belakang Amran sebagai pengusaha sukses turut dinilai sebagai aset berharga bagi PPP. Rommy menekankan bahwa kemampuan Amran dalam mengelola usaha dapat menjadi modal logistik yang kuat untuk menggerakkan partai, terutama menjelang Pemilu 2029.
"Pak Amran adalah seorang pengusaha yang sukses. Hanya kurang publikasi saja atas kesuksesan usahanya," ujar Rommy menegaskan.
Rommy juga menyoroti kedekatan Amran dengan pengusaha besar asal Kalimantan Selatan, Haji Isam. Namun, ia dengan tegas membantah bahwa kehadiran Haji Isam akan digunakan untuk mengakuisisi PPP.
"Sebagai pengusaha sukses, Haji Isam tidak butuh mengakuisisi partai manapun. Karena sebagai pengusaha dengan komunikasi yang luas, beliau berteman dengan seluruh partai," tegas Rommy.
Dengan ketokohan yang kuat, pengalaman di pemerintahan, serta potensi dukungan logistik, Rommy meyakini bahwa Amran memiliki modal yang cukup untuk membawa PPP kembali lolos ke parlemen pada Pemilu 2029 mendatang.
Meski demikian, Rommy tetap membuka peluang bagi munculnya nama-nama lain yang layak memimpin partai berlambang Ka'bah ini. Ia menyebut bahwa keputusan akhir akan ditentukan pada Muktamar PPP yang dijadwalkan berlangsung pada September 2025.
"Apakah Pak Amran betul-betul akan menjadi Ketum PPP pada Muktamar September 2025 mendatang? Waktu masih cukup panjang untuk kejutan-kejutan lainnya," pungkasnya.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

